Kabar Golkar

Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

Oleh · · Kabar Nasional

Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih
Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih

kabargolkar.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi keberhasilan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam menata berbagai fasilitas di kawasan suci Pura Agung Besakih, pura terbesar di Bali. Sekaligus mendukung penggunaan kendaraan bus listrik bagi para turis yang ingin mengunjungi Pura Agung Besakih.

"Selain menjadi tempat persembahyangan untuk umat hindu, Pura Agung Besakih juga menjadi tempat wisata Bali berkelas dunia. Melalui berbagai penataan fasilitas tersebut, telah memberikan kenyamanan kepada para turis dan warga yang hendak melaksanakan persembahyangan maupun yang ingin berwisata ke Pura Agung Besakih. Penggunaan kendaraan bus listrik juga selaras dengan kampanye percepatan migrasi kendaraan dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik, sehingga bisa menjaga udara di kawasan suci Pura Agung Besakih tetap segar, jauh dari polusi akibat polusi kendaraan," ujar Bamsoet Bersama Ketua IMI Bali Ajik Khrisna usai mengunjungi Pura Agung Besakih, Bali, Rabu (26/4/2023).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, penataan kawasan suci Pura Agung Besaki dilakukan mulai dari Pura Titi Gonggang, Pura Manik Mas, Pura Melanting Manik Mas, Pelinggih Tulak Tanggul, Patung Padma Bhuwana di Bencingah. Serta kawasan parkir Kedungdung kapasitas 250 bus, green building 4 lantai parkir area Manik Mas dengan PLTS atap kapasitas 2694 unit kendaraan, fasilitas UMKM 2921 unit kios dan 198 unit los, tiket elektronik, Wantilan, Bale Gong, Wiyata Graha Gedung Audio Visual, Margi Agung, kendaraan listrik, fasilitas 274 bilik toilet, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

"Berbagai kios telah dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk menjual berbagai produk unggulan lokal Bali. Antara lain berupa sarana persembahyangan, wastra (busana adat, endek, songket, kain tradisional), produk kerajinan rakyat, cinderamata branding Besakih, kuliner dan produk olahan, serta sayur-sayuran dan buah-buahan. Semua produk yang dijual merupakan produk lokal Bali, yang diutamakan dari Kabupaten Karangasem," jelas Bamsoet.