Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Ingatkan Bahaya Ancaman Geopolitik Global
Oleh NINDY · · Kabar Nasional
Kabargolkar.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo memberikan kuliah umum kepada perwira siswa pendidikan reguler (Pasis Dikreg) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-61 Tahun 2023. Diikuti 118 peserta perwira menengah (Pamen). Diantaranya, 101 Pamen TNI AL, 2 Pamen TNI AD, 2 Pamen TNI AU, 5 Pamen Polri, serta 8 Pamen dari militer mancanegara. Antara lain Arab Saudi, Australia, India, Malaysia, Pakistan, Philipina, Singapura, Srilanka, dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, saat menjabat Ketua DPR RI pada Januari 2019, Bamsoet juga diminta mengisi Kuliah Umum Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-57, membahas tentang Peran Legislatif dalam Menjaga Netralitas TNI Pada Pemilu.
“Pergeseran geopolitik global diwarnai berbagai fenomena. Diantaranya, ambisi China untuk menasbihkan diri sebagai pemimpin dunia pada tahun 2049, salah satunya dengan menaikkan anggaran belanja militer. Misalnya pada tahun 2021, anggaran belanja militer China mencapai 230 miliar dollar AS. Jauh lebih besar dibandingkan Rusia sebesar 154 miliar dollar AS, Inggris 68 miliar dollar AS dan Jerman 50 miliar dollar AS,” ujar Bamsoet saat memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-61 Tahun 2023, di Kelas A, Gedung RE Martadinata, Seskoal, Jakarta, Rabu (10/5/23).
Turut hadir jajaran Seskoal antara lain, Komandan Laksda TNI Yoos Suryono Hadi, Kapusjianmar Laksma TNI Fauzi, Seklem Kolonel Laut (KH) Bambang Suharjo, Dirjianbangdik Kolonel (Mar) Tedy, serta Dirbin Kolonel Laut (T) Iwan Indrawan.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, kondisi geopolitik global saat ini pun sedang tidak baik-baik saja. Perang Rusia-Ukraina, ketegangan China-Taiwan, hingga potensi konflik di semenanjung Korea, merupakan sebagian dari beberapa isu yang dipandang berpengaruh pada stabilitas geo-politik global.
“Selain itu, masih ada potensi ketegangan Turki-Yunani yang dipicu militerisasi kawasan laut Aegea, serta kehadiran militer China di kawasan Laut China Selatan yang dapat memantik ketegangan AS-China, serta beberapa negara di kawasan tersebut. Antara lain Vietnam, Malaysia, Filipina, Australia, termasuk Indonesia,” jelas Bamsoet.