Kabar Golkar

Kata Menperin Agus Gumiwang Penerapan Standar Industri Hijau Tingkatkan Daya Saing

Oleh · · Kabar Nasional

Gredit Photo / Facebook
Gredit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penerapan standar industri hijau akan dapat meningkatkan daya saing industri nasional terhadap negara-negara tujuan ekspor.

Pasalnya, industri manufaktur global semakin berorientasi pada praktik berkelanjutan (sustainable practice).

“Kementerian Perindustrian menilai penerapan standar industri hijau menjadi jawaban akan kebutuhan tools untuk memenuhi regulasi negara tujuan ekspor tentang praktik berkelanjutan dan manajemen risiko komoditas, sehingga menjadi daya saing tersendiri bagi industri nasional,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Sebagian negara tujuan ekspor telah mewajibkan persyaratan produk dan perusahaan, mulai dari eco label, kandungan material daur ulang, bebas bahan kimia tertentu, nilai emisi karbon suatu produk dan proses, pemenuhan standar hijau internasional lainnya, serta penggunaan teknologi digital.

Di Tanah Air, kebijakan industri hijau telah ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya strategis, termasuk dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri kompeten.

Dalam upaya mencetak SDM industri kompeten, Kementerian Perindustrian telah memiliki sejumlah unit pendidikan vokasi industri, diantaranya sembilan SMK, 11 politeknik, dan dua akademi komunitas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian Masrokhan mengemukakan, salah satu kampus, yakni Politeknik APP Jakarta telah menjalin kerja sama dengan Southeast Asia Work Integrated Learning (SEAWIL) bersama Politeknik Seberang Perai (Malaysia), Politeknik Kota Kinabalu (Malaysia), dan Politeknik LP3I Medan (Indonesia).

“Salah satu fokus program ini adalah untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan industri terkini, termasuk industri hijau,” ujarnya.

Program SEAWIL ini mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan aktivitas industri melalui Project Based Learning. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat berinteraksi dan bekerjasama secara intensif dengan mahasiswa dari negara lain.