Kabar Golkar

13 Hal Ini Bakal Bikin Kamu Bangga Peringati Hari Pahlawan, Yuk Disimak!

Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional

13 Hal Ini Bakal Bikin Kamu Bangga Peringati Hari Pahlawan, Yuk Disimak!
13 Hal Ini Bakal Bikin Kamu Bangga Peringati Hari Pahlawan, Yuk Disimak!
[/caption]   Berikutnya: Dibantu tentara India yang membelot   9. Dibantu tentara India yang membelot [caption id="attachment_14817" align="aligncenter" width="798"] Tentara India (kiri) yang memperkuat pasukan Inggris di Surabaya (net)[/caption] Pasukan Inggris diperkuat oleh tentara India yang saat itu masih menjadi jajahannya, termasuk prajurit dari wilayah India bagian timur yang notabene mayoritas muslim. Sentimen agama perjuangan dannasionalisme ikut ditarik dalam hal ini. Pertama, kenyataan bahwa tentara India menghadapi pejuang Surabaya yang muslim menimbulkan keraguan di hati tentara India, karena sesama muslim dilarang saling bunuh. Kedua, sentimen nasionalisme. Karena baik Indonesia dan India, keduanya sedang berjuang melawan penjajahan. Namun, pihak Inggris menyebut jumlah tentara India Muslim yang desersi karena tak ingin melawan sesama muslim adalah minoritas.   10. The Battle of Surabaya Masyarakat Inggris menyebut pertempuran di Surabaya ini sebagai ‘The Battle of Surabaya’. Pertempuran pahit karena mengorbankan Brigjen Mallaby, pahlawan perang mereka di Perang dunia II. Kematian Mallaby pun mengundang polemik di parlemen Inggris. Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party) pada 20 Februari 1946, dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Peristiwa ini juga menjadi bahan pembelajaran tentang bagaimana menghadapi perlawanan dan pelaksanaan operasi kontra-pemberontakan di tahun-tahun berikutnya. [caption id="attachment_14819" align="aligncenter" width="638"] Thomas Edward Neil ('Tom') Driberg, Baron Bradwell (npg.org.uk)[/caption]   Berikutnya: Hari Pahlawan Diusulkan oleh Sumarsono   11. Hari Pahlawan Diusulkan oleh Sumarsono Adalah Sumarsono, yang merupakan mantan pimpinan tertinggi gerakan Pemuda Republik Indonesia (PRI) sebagai sosok pencetus penetapan Hari Pahlawan. Menjelang tahun 1950-an, Presiden Soekarno menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Pahlawan. Sumarsono adalah salah satu pejuang yang ikut ambil bagian dalam peperangan di Surabaya. Dirinya mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. [caption id="attachment_14820" align="aligncenter" width="651"]