Bahas Lebih Detail, Tim Teknis Golkar-PDIP Segera Gelar Pertemuan Lanjutan
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Nasional
Kendati belakangan Airlangga didorong maju di Pilpres itu menurut dia karena keinginan para kader.
"Bahwa kader-kader ada yang menginginkan dia (Airlangga) ya wajar lah tetapi kan kita harus melihat kondisi lapangan," sambungnya.
Kata Mekeng, Golkar kini melihat adanya kemungkinan-kemungkinan yang ada terkait mana yang berpotensi membawa kemenangan.
Karena itu Mekeng menegaskan Golkar kini terbuka untuk menyodorkan nama lain di luar Airlangga.
"Kita akan cari kesepakatan yang penting kalau disodorkan kita bisa menang, kita nyodorin kalau nggak menang juga percuma. Kita harus hitung-hitungan kalau sodori ini gimana, ini gimana, ini gimana," ujar pria yang juga merupakan perwakilan tim teknis dari Golkar itu.
Belakangan, kata Mekeng sosok yang mencolok dan potensial maju menjadi di Pilpres adalah Wakil Ketua Umum Golkar Ridwan Kamil (RK).
Diakui Mekeng, potensi RK dicalonkan itu didasari karena memiliki hasil elektabilitas yang baik di lembaga hasil survei cawapres. Bahkan, untuk posisi capres sekalipun, Gubernur Jawa Barat itu sesekali masuk dalam empat besar.
"Kita kan masih punya kader yang lain. RK itu di survei capres nomor 4 loh, di survei cawapres kadang-kadang nomor 1, kadang-kadang nomor 2. Itu kan kader Golkar, dia salah satu Waketum," kata dia.
"Salah satu potensial yang bisa kita ajukan. Iya (cawapres)," sambungnya.
Hanya saja, saat disinggung apakah Ridwan Kamil menjadi salah satu nama yang disodorkan dalam pertemuan antara Airlangga dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada pertemuan Kamis kemarin, Mekeng menyatakan, belum membahas itu.
Sebab kata dia, nantinya akan ada pembahasan lanjutan dari tim teknis Golkar-PDIP terkait dengan kemungkinan kerja sama parpol.
"Nggak, nggak, itu belum, nanti tim teknis yang akan itu," tukas Mekeng.