Kabar Golkar

Ace Hasan Optimis Biaya Haji Tahun 2024 BisaTurun Jadi Rp 93 Juta

Oleh · · Kabar Nasional

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengaku optimistis Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 bisa turun jadi Rp 93 juta. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengaku optimistis Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 bisa turun jadi Rp 93 juta. Foto: Istimewa

Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengaku optimistis Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 bisa turun jadi Rp 93 juta dari usulan semula Kementerian Agama sebesar Rp 105.095.031. Diketahui, usulan itu sedang dibahas di DPR RI.

"Alhamdulilah BPIH tahun 2024 yang sedang dibahas bersama di Komisi VIII DPR RI antara Panja Komisi VIII DPR RI dengan Panja Pemerintah telah menunjukkan tanda-tanda kesepakatan. Nilai awal yang diajukan Kementerian Agama RI sebesar Rp 105.095.031 telah diturunkan pada angka Rp 93.410.286," kata Ace melalui keterangan yang diterima pada Kamis (23/11).

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu, Panja Komisi VIII DPR RI dalam melakukan penelisikan dan penyisiran BPIH tahun 2024 ini menawarkan angka yang hampir sama pada angka Rp 93 juta.

“Dengan demikian, penurunan angka yang diberikan Panja Pemerintah ini akan segera ditindaklanjuti dengan kesepakatan sebagai BPIH tahun 2024,” sambung Kang Ace.

Ia menjelaskan, penurunan usulan BPIH ini dilakukan penyesuaian setelah pembahasan alot dalam dua minggu rapat Panja BPIH tersebut.

 “Kami terus mendorong agar perhitungan biaya haji ini senantiasa berbasis pada kondisi objektif dan biaya tahun sebelumnya dengan memperhatikan inflasi di Arab Saudi, penyesuaian mata uang Dolar dan Riyal Arab Saudi serta penyesuaian harga beberapa komponen lainnya,” ungkapnya.

Disebutkan anggota DPR RI asal dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat tersebut, komponen yang dapat diturunkan di antaranya adalah biaya penerbangan, konsumsi dan hotel atau pemondokan di Arab Saudi.

“Kami juga mendorong agar Pemerintah dapat memaksimalkan penggunaan kuota termasuk kuota tambahan menjadi 241.000 Jemaah, di mana sebelumnya kuota normalnya sebanyak 221.000 jemaah. Dengan memaksimalkan penggunaan kuota ini, maka perhitungan biaya haji ini berbasis pada kuota jemaah yang cukup besar,” paparnya.

Jumlah ini, sebut Kang Ace, merupakan angka terbesar jemaah haji Indonesia sepanjang sejarah haji Indonesia. Sehingga dengan besarnya jumlah jemaah ini akan berkonsekuensi terhadap penggunaan nilai manfaat yang besar juga.

Tag: AceHasan, BiayaHaji, Golkar