Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kemandirian Pangan
Oleh Nyoman Suardhika · · Kabar Nasional
“Rendahnya minat generasi muda menjadi petani, berbanding lurus dengan rendahnya pendapatan. Merujuk pada data BPS per Juli 2023, rata-rata pendapatan petani hanya mencapai Rp 2 juta per bulan, terendah dibanding sektor lainnya. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya angka urbanisasi, karena kehidupan kota dipandang lebih menjanjikan,” tuturnya.
Dirinya mengemukakan, apabila tidak ada upaya serius untuk mengatasi adanya ketimpangan antara produksi pangan dan kebutuhan pangan, maka bangsa Indonesia tinggal menunggu waktu terjadinya krisis pangan. Persoalan ini tidak hanya menjadi kekhawatiran di Indonesia. Krisis pangan bahkan diproyeksikan menjadi tantangan komunitas global menjelang tahun 2040 hingga 2050 mendatang.
Untuk mengatasinya, diperlukan langkah-langkah strategis yang terintegrasi dari segenap pemangku kepentingan. Sehingga benar-benar berdampak nyata untuk mentransformasikan, atau lebih tepatnya merevitalisasi fungsi desa sebagai sumber ketahanan dan kemandirian pangan.
“Lebih jauh dari itu, harus ada upaya sungguh-sungguh untuk memajukan desa, sedemikian rupa sehingga menarik minat generasi muda untuk tinggal di desa dan membangun desa. Insentif fiskal yang dihadirkan melalui program dana desa, seharusnya dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin agar tepat sasaran. Sehingga dapat menjadi stimulus pembangunan desa. Salah satunya adalah dengan mengembangkan program DEWA (Desa Wisata Agro), DEWI (Desa Wisata Industri), dan DEDI (Desa Digital),” pungkasnya.
Tag: Kader Partai Golkar