Kabargolkar.com - Poltracking Indonesia menyebutkan Partai Golkar telah menguasai Jawa Barat dalam pileg tahun ini. Berdasar data, partai belogo 'pohon beringin' ini mengalahkan PKS dan Partai Gerindra di daerah tersebut.
Bahkan berdasar real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Golkar meraih 1.164.757 suara. Angka sebanyak itu diperoleh dari 46,28 data masuk untuk pileg di Jawa Barat. Selaras dengan real count KPU, quick count Poltracking Indonesia mencatat Partai Golkar menang di Jawa Barat.
"Jawa Barat pernah dipimpin Golkar pada 2004, tahun ini kemungkinan Golkar menang di Jawa Barat. Itu ada banyak faktor. Diantaranya mesin partai, caleg, Ridwan Kamil, dan sebagainya," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam keterangannya, Rabu (21/2/2024).
Meski tidak memiliki figur calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), secara nasional Partai Golkar berhasil meraih suara terbanyak kedua versi quick count di berbagai lembaga survei. Merujuk quick count Poltracking Indonesia dengan data masuk 99,2 persen, PDIP berhasil meraih 16,36 persen dan Partai Golkar 14,59 persen.
Sementara itu, Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi menyampaikan bahwa data itu menunjukkan anomali. Sebab Partai Golkar bisa lebih unggul dari Partai Gerindra yang memiliki Prabowo Subianto sebagai capres. Biasanya, suara partai yang punya figur capres lebih unggul dari partai lain.
"Golkar yang tidak mempunyai capres justru dia nomor dua, ternyata suara Golkar lumayan bila dibandingkan dengan Gerindra," tutur Arya.
Menurut Arya, raihan suara Partai Golkar yang terpotret lewat quick count merupakan akumulasi dari perolehan suara caleg mereka di berbagai daerah pemilihan. Khususnya di daerah-daerah yang menjadi lumbung suara seperti Jawa Barat.
"Dalam konteks ini PDIP dan Golkar yang cukup lumayan di hasil quick count, nomor satu dan nomor dua meskipun tidak ada yang menembus 20 persen, itu bisa jadi dikontribusi oleh yang memilih caleg," ungkapnya.
Dia mengatakan khusus di Jawa Barat, Golkar berpotensi mengungguli dominasi PKS dan Partai Gerindra lantaran memiliki Ridwan Kamil (RK). Sebagai fungsionaris Partai Golkar, RK yang memiliki popularitas tinggi berhasil menjadi magnet suara. Apalagi tahun ini istrinya, Atalia Praratya, menjadi caleg Partai Golkar.
"Jawa Barat itu Golkar menang karena memang Ridwan Kamil sudah menjadi fungsionaris dan ada istrinya juga nyaleg. Jadi, basis pemilih Ridwan Kamil yang mengatrol suara Golkar," jelasnya.
Menurutnya, meski RK tidak maju sebagai caleg, tokoh tersebut punya rekam jejak sebagai gubernur dan wali kota di Jawa Barat.
Selain itu popularitasnya juga tinggi, sehingga keberadaan RK di Partai Golkar menambah infrastruktur dan jangkar politik mereka di Jawa Barat.
"Golkar juga partai dengan infrastruktur yang sudah cukup mapan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Dedi Mulyadi pergi, RK masuk. Itu juga bisa berkontribusi. Jadi, ada infrastruktur partai yang cukup kuat di daerah," tutupnya.