kabargolkar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beri perhatian lebih terhadap penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) yang dinilai bisa menjerumuskan rakyat kedalam lembah judi online hingga terperangkap modus kripto.
Dia mengatakan ada begitu banyak modus kejahatan dengan memanfaatkan AI mulai dari permainan judi online hingga terjebak kripto.
"Mata uang kripto dan lainnya akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat biasa yang tidak memahami risiko yang mereka ambil. Sangat mudah untuk bermain gim, tapi akan selalu ada banyak penafian," ujar Airlangga dalam acara The Big Idea Forum CNN Indonesia, Jumat (5/7).
"Ada tulisan, 'bila Anda ingin bermain, silakan klik di sini', masyarakat tidak pernah membacanya, mereka hanya klik dan klik, lalu tiba-tiba akun mereka sudah siap. Jadi, menurut saya, inilah kekhawatirannya," imbuhnya.
Airlangga menambahkan,semua orang memiliki pro dan kontra mengenai keberadaan AI. Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menjelaskan (perkembangan) teknologi membuat isu geopolitik menjadi tidak netral.
"Teknologi adalah penghalang untuk tiap negara, karena negara yang mengontrol teknologi bisa mendapatkan akses terhadap data. Dan ketika teknologi mendapatkan akses terhadap data, orang-orang akan khawatir tentang keamanan data, orang-orang akan khawatir apakah data tersebut bisa dipercaya," tutur Airlangga.
Ia menilai AI adalah isu nyata yang harus diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Maka itu, pemerintah mencari regulator seperti ini dalam praktek regulatory sandbox.
"Karena teknologi memiliki kecepatan sangat tinggi, kita bersedia berganti regulasi dengan 'kecepatan cahaya', yang saat ini sedang terjadi. Saya tidak menyebutkan namanya, tapi ada sesuatu yang membuat semua orang khawatir," imbuhnya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, ia menyebut pemerintah membuat regulasi untuk mengawasi penggunaan AI. Ia pun mengklaim bagaimana pemerintah dengan cepat membuat kebijakan untuk mengantisipasi penyalahgunaan AI telah dihargai oleh negara lain.