Kabar Golkar

Pidato Lengkap Ketum Bahlil dalam Pembukaan Rapimnas Partai Golkar

Oleh · · Kabar Nasional

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka Rapimnas Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, (20/12).
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka Rapimnas Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, (20/12).

Saya pikir itu, Bapak-Ibu semua, sebagai pembukaan, nanti kita bahas, saya sendiri yang akan memimpin. Cara-cara untuk nahan-nahan mulut, saya tidak mau lagi. Silahkan bicara apa aja. Bapak-Ibu mau koreksi semua pengurus DPP, monggo. Nggak ada masalah. Inilah tempatnya. Daripada ngomong di luar, Golkar kan mengajarin kita, berdebat boleh di luar, begitu masuk forum, kita rapat, kita debat, begitu selesai, taat semua pada keputusan itu. Saya ingin mengembalikan cara-cara itu.

Supaya jangan di luar banyak ngomong, gitu. Boleh berbeda itu, boleh kok. Perbedaan itu rahmatan lil ‘alamin. Nggak ada demokrasi tanpa ada perbedaan. Justru, esensi demokrasi itu diawali dengan perbedaan. Baru ada keputusan. Jadi saya ingin, bapak ibu semua, Ketua-Ketua DPD I, saya kemarin terpilih waktu Munas, pandangan umum bukan per provinsi, (tapi) per wilayah. Rakernas juga per wilayah.

Saya bilang kok begini. Saya dulu belajar lain, hari ini lain ya? Atau mungkin DPP banyak masalah kali waktu itu ya. Saya sekarang, mendingan ada masalah diomongin, supaya kita cari solusi. Karena kepentingan cuma satu, partai. Bukan kepentingan orang per orang. Itu.

Sekali lagi, saya mengakhiri sambutan saya ini, Bapak-Ibu semua, izinkan saya untuk ingatkan, bahwa Insyaallah saya menjadi ketua umum partai politik, yang namanya partai Golkar, tidak akan pernah saya meminta, untuk mengurus urusan pribadi saya, apalagi bisnis saya di partai ini. Nggak pernah. Kalau itu terjadi, mendingan saya nggak usah menjadi ketua umum partai.

Karena saya, ditakdirkan dan dibesarkan, bukan dengan cara-cara itu. Kalau Ketua Umum aja nggak boleh, apalagi yang lain. Paham maksud saya. Tapi kalau mau gotong royong untuk kebesaran partai, ayo. Itu. Ayo, itu, itu. Saya selalu dapat ajaran Pak Agung, Pak Zainuddin, Pak Lodelijk, Pak Latumahina. Waktu dulu, setiap pemimpin ada masanya. Setiap masa ada pemimpinnya. Kan begitu Pak Agung ya. Jangan sampai slogan itu hanya para senior-senior aja. Begitu adek-adek jadi Ketua Umum, masih merasa terus jadi Ketua Umum gitu loh. Gak boleh, gak boleh. No, no, no. Gak boleh, ya. Gak boleh. Jangan teori itu hanya pada abang-abang. Begitu kita pemimpin masih terus merasa Ketua Umum. Gimana? Gak bisa. Ini adalah generasi baru Golkar. Ini generasi baru Golkar. Ini generasi baru Partai Golkar. Jangan.

Tag: Pembukaan, Rapimnas, Golkar, Bahlil