Aburizal Bakrie. (foto: tirto/andrey gromico)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Aburizal Bakrie yang merupakan mantan Ketua Kadin Indonesia hadir di acara Malam Rembuk Pengusaha Indonesia pada Selasa (23/4/2019). Sebagai seorang tokoh sekaligus pengusaha senior yang sangat dihormati oleh para pengusaha Kadin, ARB memberikan banyak masukan positif. Tidak hanya bagi pengusaha yang hadir, tapi juga bagi masyarakat umum.
ARB mengharapkan perbedaan politik diantara para tokoh pengusaha nasional selama pelaksanaan Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg tidak menjadi pemecah persatuan. "Tentu saja saya berharap, bahwa walaupun berbeda-beda posisi politik, kita ingin mereka semua tetap menjaga persaudaraan dan hubungan yang akrab serta bersahabat," ucapnya di hadapan hadirin.
"Kita harus menjadi contoh bahwa sportifitas, jiwa besar, dan sikap yang demokratis adalah sikap kaum pengusaha Indonesia, sebuah sikap yang sudah melekat dalam diri kita semua," lanjutnya.
Demokrasi membuka ruang untuk persaingan. Akan tetapi, persaingan bukanlah sebuah permusuhan. Justru setelah pemilu berlalu, persahabatan di antara anak bangsa harus lebih erat lagi.
Dalam sambutan itu, ARB menyebutkan sebuah ungkapan dari Sir Winston Churchill. Ungkapan tersebut begitu mengena untuk menyikapi momen pasca Pemilu 2019. Sebuah sikap yang seharusnya dijalani oleh seluruh masyarakat, termasuk para pengusaha.
"In war, resolution and defiance. In peace, magnamity. Dalam kompetisi, kita bersaing ketat. Tetapi setelah itu, dalam kemenangan dan perdamaian, kita tawarkan kebesaran serta kemurahan hati. Itulah esensi sikap positif yang harus menjadi suri teladan bagi kita semua, khususnya bagi keluarga besar kaum pengusaha Indonesia," demikian ungkap ARB. (kabargolkar)