Fransiskus Ciwe dengan konvoi kendaraan dan arak-arakan massa pendukung atau yang lebih dikenal “Team Benahi Merauke" mengembalikan Berkas ke markas Partai Golkar Merauke. (Foto: olnewsindonesia.com)[/caption]
kabargolkar.com, MERAUKE - Bursa calon kandidat Bupati yang akan bertarung pada pilkada Merauke 2020 semakin ramai. Sejumlah kandidat sudah ramai mengambil formulir pendaftaran. Saat ini sejumlah bakal calon sudah nampak ramai-ramai kembalikan berkas formulir pendaftaran.
Begitu juga dengan calon Anak Muda Orang Asli Papua (OAP) Progresif yaitu Fransiskus Ciwe atau yang akrab di sapa Ciwe. Sebagaimana dilansir dari Olnewsindonesia.com, pada Sabtu(26/10/2019) lalu Fransiskus Ciwe dengan konvoi kendaraan dan arak-arakan massa pendukung atau yang lebih dikenal “Team Benahi Merauke" mengembalikan Berkas ke markas partai berlambang pohon beringin itu.
Kedatangan mereka diterima pengurus Partai Golkar Merauke. Sebagai informasi, Ciwe merupakan kandidat ke-17 yang mengembalikan berkas.
Ada pemandangan yang beda. Ternyata Ciwe tidak sendiri, dia didampingi Calon Wakil Bupatinya Ibu Hj. Srinangky AB,SE,SH, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ibu Nangky.
Usai mengembalikan berkas di Partai Golkar, Ciwe mengaku optimis bisa mendapatkan perahu Golkar 4 kursi. Alasan memilih Partai Golkar dalam pencalonan, sambung Penggagas Dapil Khusus OAP ini, bahwa Partai Golkar merupakan partai yang selalu terbuka dengan siapapun, termasuk dalam hal urusan pencalonan Bupati Merauke.
“Golkar ini merupakan partai besar, tentu akan menjadi daya tarik sejumlah bakal calon yang akan maju dalam Pilbup kali ini. Ya kita akan ikuti prosesnya dan berharap yang terbaik,” ujarnya.
Terkait soal status dirinya sebagai ASN, lanjut suami dari Beatrix Kandam yang juga mantan Ketua DPD KNPI Merauke ini, bahwa dirinya siap melepas jabatannya dari status sebagai ASN demi mengabdi di tanah kelahirannya Kabupaten Merauke.
Seperti diketahui pengembalian kelengkapan berkas pendaftaran bacabup di Partai Golkar ini merupakan partai ketiga dari sebelumnya PDI-Perjuangan dan NasDem yang sudah lebih dahulu. (olnewsindonesia.com)