kabargolkar.com, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tengah mencari Komandan Kontingen (CdM) Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo. Ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk sosok tersebut.
Salah satu kriteria utama adalah harus datang dari cabang olahraga Olimpiade. Baik itu dari pengurus pembina, pembina, dan sebagainya. Lalu, kriteria selanjutnya adalah harus memiliki komitmen dan keinginan besar untuk mendongkrak prestasi Indonesia di ajang Olimpiade.
"Yang pasti punya keinginan yang sama untuk mengibarkan lebih banyak lagi bendera Merah Putih. Harus lebih dari satu emas. Untuk CdM ini, saya sudah berkoordinasi dengan Menpora," Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.
"Jadi insha Allah dalam waktu dekat Pak Menpora akan mengumumkan siapa CdM terpilih. Setelah diumumkan langsung akan kami bentuk tim bersama NOC (KOI), sekaligus berkoordinasi dengan cabor-cabor potensial untuk kualifikasi di Tokyo," lanjut dia.
Sejauh ini baru ada satu nama yang tersebar, yakni Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Rosan Perkasa Roeslani. Nama tersebut juga diakui oleh Menpora Zainudin Amali adalah yang diajuakan oleh KOI.
Sebelum memutuskan untuk menyetujui penunjukan CdM, Menpora mengaku akan bertanya lebih dahulu apa alasan ditunjuknya Rosan. Jika sudah dinilai oke, maka pihaknya akan langsung mengumumkan siapa yang akan memimpin kontingen Indonesia nanti.
Tugas CdM ini nantinya bukan hanya dalam puncak kegiatan multieventnya saja, tapi pra-Olimpiade juga. CdM akan jadi perpanjangan tangan untuk KOI ke cabang-cabang olahraga.
Untuk Pra-kompetisi, dalam tim CdM akan dilengkapi dengan tim asistensi dan analisis data. Rangkanya ada dua, yakni fokus kepada regulasi dan ada yang melekat ke cabor.
"Mereka akan menganalisis potensi kelolosan atlet ke Olimpiade. Lalu potensi medali, dan terakhir menganalisis potensi medali emas. Tim ini juga akan "feeding" data sport intelligent negara-negara lain untuk cabor-cabor," kata Okto menjelaskan. (pikiranrakyat)