Kabargolkar.com, Kaltim – Terus mengedepankan keselamatan rakyat dalam mengatasi serangan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) baik Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur bersinergi dengan DPRD Kutim jauh-jauh hari telah menyepakati relokasi anggaran dari aspirasi pokok pikiran dewan termasuk peralihan anggaran pelaksanaan Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab), pemilukada ke semuanya di peruntukan bagi penanganan covid, hal ini dipertegas anggota DPRD Kutim Mazwar, SE saat diwawancarai kabargolkar.com melalui ponselnya pada Senin (13/4/2020)
“Perlu diketahui alokasi pemilu sebesar 20 persen namun sebagian besar bersumber dari alokasi anggran Pirkab sebesar 60 persen. Yang mana alokasi juga untuk membeli sarana medis berupa alat rapid test sebanyak 1000. Selain rapid test kami juga memanfaatkan lebih kepada bentuk pencegahan salah satunya melalui pembagian sembako gratis,” urai Mazwar.
Mazwar mengmanatkan sasaran penerima sembako benar-benar warga yang terdampak covid-19. “Artinya masyarakat yang menaati anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah. Karena wabah covid-19 ini jangan dianggap main-main “diremehkan” kita harus serius memeranginya secara bersama-sama agar covid dapat segera sirna dari tanah Kabupaten Kutim secara luasnya Kaltim,” tegas ketua komisi D.
Adik kandung mantan Ketua DPRD Kutim yang saat sekarang menjadi anggota DPRD Provinsi Kaltim H.Mahyunadi, S.Sos ini mengungkapkan ditengah terpaan covid – 19 dirinya tetap proaktif turun ke masyarakat. “Namun program yang saat usung ditengah masyarakat masih terkait seputar penanganan covid-19, bahkan gaji kami yang sudah dipotong tiga bulan ke depan dibelikan thermogren (pengukur suhu tubuh),” jelas Mazwar.
Mazwar turut menindaklankuti kersehan masyarakat akan kelangkaan masker di pasaran. “Yah perlunya penindakan tegas dari aparat apabila ada oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan. Selain itu kelangkaan masker terjadi dikarenakan membeludaknya permintaan konsumen sementara selama ini produksi masker terbilang terbatas,” ujarnya.
Bahkan ia bersama aparatur pemerintahan, TNI-Polri di awal kelangkaan masker telah melakukan inpeksi mendadak di beberapa apotek (farmasi red) termasuk rumah sakit.Lantas kabargolkar.com, menanyakan selama menghadapi covid-19 terkait agenda rutin seperti jadwal hearing turut dilaksanakan? “Untuk jadwal pertemuan apakah rapat paripurna, hearing ditiadakan sementara waktu selama masa tanggap darurat covid 19. Terlebih masa-masa genting corona yang sudah berstatus epidemi berdasarkan protokol kesehatan dilarang keras untuk berkumpul dalan skala sosial yang melibatkan orang banyak guna memutus mata rantai penularan corona,” tutur Mazwar.
Untuk itu Mazwar mengimbau kepasa masyarakat agar covid-19 dapat cepat berakjir tetap menaati aturan pemerintahan dengan berdiam diri di rumah saja. “Jikapun ada keperluan mendesak (urgent red) wajib kenakan masker, cuci tangan gunakan sanitezer, budayakan pola hidup bersih dan sehar (PHBS), jaga jarak, lakukan social distancing,” tutupnya dengan ramah mengakhiri sesi wawancara dengan kabargolkar.com. (kontributor)