Kabargolkar.com - Anggota Komisi VI DPR RI I Gde Sumarjaya Linggih mulai mengendus adanya dugaan kartel, yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng murah di tengah masyarakat.
Politikus Partai Golkar ini lantas menantang nyali Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi agar berani memberantas para kartel tersebut.
Pria yang akrab disapa Demer ini mengatakan, akibat ulah para kartel itu, telah mengancam dan merugikan para pelaku UMKM.
“Wajar mereka ketakutan minyak goreng semakin mahal dan semakin susah didapatkan, karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih bagi pelaku UMKM yang tentunya sangat dirugikan karena mahal dan langkanya minyak goreng ini,” kata Demer dalam keterangan persnya, Rabu (9/2/2022).
Tokoh asal Bali ini juga menyayangkan, karena masalah harga minyak goreng yang terus berlanjut ini, semakin sulit dikendalikan.
“Seandainya, Mendag bisa lebih cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan ini sejak awal, saya kira masalah ini bisa lebih cepat selesai dan tak perlu menyengsarakan rakyat lebih lama,” tegas Demer.
Demer juga tak menampik jika muncul adanya dugaan penghilangan barang saat pemerintah mulai melakukan operasi pasar besar-besaran.
“Sudah saatnya kartel minyak goreng ini diberantas,” pinta Demer.
Jika masalah ini berlarut-larut, Demer memperkirakan kondisi ini akan dapat mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi yang sudah sangat baik dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi.
“Mendag (Muhammad Lutfi) harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran.” ungkap Demer.
Demer juga mengingatkan Mendag Lutfi harus mampu mengawal dan melaksanakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan ketentuan harga minyak goreng curah Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.
“Ini yang harus benar-benar dikerjakan oleh Mendag Lutfi secara maksimal. Ini untuk kepentingan rakyat,” tutup Demer.