Ketua MPR Dukung FKPPI Sulawesi Tenggara Ikut Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Parlemen
kabargolkar.com, KENDARI - Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri dan Putri-Putri TNI-Polri) sekaligus Kepala Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo melakukan konsolidasi organisasi menyatukan anak kolong diseluruh Indonesia untuk ikut menjaga dan setia pada Sapta Marga sebagai doktrin prajurit TNI serta Tribrata dan Catur Prasetya sebagai doktrin anggota Polri dalam menghadapi berbagai tantangan yang mencoba memecah belah bangsa melalui gerakan anti toleransi yang mengadu domba suku, ras dan agama.
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini juga mendukung upaya para kader FKPPI Sulawesi Tenggara yang turut aktif terlibat sebagai penggerak ekonomi kerakyatatan di sektor ketahanan pangan seperti pertanian budidaya porang dan jagung, serta peternakan dan perikanan. Melalui Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (HIPWI) FKPPI, para anggota FKPPI menfasilitasi petani dari mulai proses pembibitan hingga pemasaran hasil panen.
"Tidak hanya memiliki kekayaan energi sumber daya alam berupa tambang, Sulawesi Tenggara juga memiliki potensi kekayaan pertanian yang besar. Jika dikelola dengan baik, bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melalui keberadaan HIPWI FKPPI, para petani porang dan jagung tidak perlu lagi khawatir hasil panennya terbengkalai. Karena HIPWI FKPPI akan membeli sekaligus memasarkannya. Sehingga semakin meningkatkan minat para petani untuk giat membudidayakan kedua jenis tanaman unggulan Sulawesi Tenggara tersebut," ujar Bamsoet usai bertemu pengurus dan kader FKPPI Sulawesi Tenggara, di Kendari, Rabu (9/2/22).
Turut hadir antara lain, Ketua FKPPI Sulawesi Tenggara sekaligus Bupati Muna Rusman Emba, Ketua HIPWI FKPPI Rusmin Abdul Gani, Sekretaris FKPPI Budi Suhardjo, serta Ketua FKPPI Kendari Syahrani.
Ketua DPR RI ke-20 sekaligus mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat pada Agustus 2021, budidaya tanaman porang tersebar di lahan seluas 612,80 hektar. Tersebar di 12 wilayah kabupaten/kota, antara lain di Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, hingga Kota Baubau.