Kabar Golkar

Ace Minta Jamaah Haji yang Berangkat Sesuai Porsinya

Oleh · · Kabar Parlemen

Ace Minta Jamaah Haji yang Berangkat Sesuai Porsinya. Foto: Penambahan Kuota Haji (Ilustrasi)
Ace Minta Jamaah Haji yang Berangkat Sesuai Porsinya. Foto: Penambahan Kuota Haji (Ilustrasi)

Kabargolkar.com - Wakil ketua Komisi VIII DPR RI Aceh Hasan Syadzily meminta Kementerian Agama (Kemenag) harus sudah menentukan berapa jamaah haji di kabupaten kota yang siap diberangkatkan tahun ini. Seperti diketahui saat ini Pemerintah Saudi tidak memberi kuota penuh kepada Indonesia.

"Terutama memastikan bahwa calon jamah haji yang telah ditetapkan berdasarkan atas kuotanya tersebut yang harus memang telah didistribusikan ke kabupaten kota," kata Ace Hasan saat dihubungi Republika, Rabu (5/5/2022).

Ace mengatakan, Kemenag juga harus sudah mulai memberikan informasi kepada jamaah yang bisa diberangkatkan tahun ini. Saat ini Pemerintah Arab Saudi telah menentukan batas usia jamaah haji yang bisa berangkat tahun ini maksimal 65 tahun.

"Dari sekarang calon jamaah hajinya tersebut telah diberitahukan kepada mereka," katanya.

Pemberitahuan ini kata dia penting disampaikan kepada para calon jamaah haji, sehingga mereka bisa mempersiapkan keberangkatannya. Di antara persiapan yang harus dilakukan jamaah haji adalah dokumen perjalanan serta persiapan kesehatan.

"Untuk mempersiapkan keberangkatan haji tahun ini dengan segala persiapan termasuk mengingatkan tentang pentingnya manasik haji yang akan dijalankan dalam waktu yang tidak terlalu lama ini," katanya.

Sementara itu, Subordinator Pembimbingan dan Penyuluhan Pusat Kesehatan Haji Muhammad Imran Saleh Hamdani, mengatakan, rangkaian ibadah haji dipenuhi kegiatan fisik. Karena itu, diperlukan kesadaran untuk menjaga kesehatan jamaah.

Menurutnya, minat berhaji sudah tinggi sejak dulu hingga sekarang, tetapi minat tersebut tidak diikuti dengan persiapan kesehatan yang matang. Dalam pelaksanaan haji tidak hanya materi yang harus dipersiapkan, bekal kesehatan fisik dan mental juga harus demikian.

"Jika mengulik kembali peristiwa pendemi dalam sejarah haji, ditemukan fakta bahwa faktor kesehatan turut mempengaruhi terwujudnya niat berhaji seseorang," katanya.

Bahkan sebelum munculnya wabah penyakit menular dalam sejarah Haji, kesehatan menjadi paling utama wajib dipersiapkan calon jamaah haji. Karena 95 persen kegiatan manasik kesehatan haji dijalankan dengan aktivitas fisik.