Kabargolkar.com - Perekonomian Indonesia bisa meraup tambahan sebesar US$ 5, 4 triliun setara Rp 80, 4 kuadriliun pada 2045 dengan memanfaatkan pembangunan rendah karbon. Benefit tersebut di luar manfaat lainnya dari sisi pengentasan kemiskinan hingga pengurangan emisi karbon.
Estimasi keuntungan tersebut berdasarkan laporan Low Carbon Development Indonesia (LCDI). Dalam laporan tersebut menunjukkan Indonesia juga bisa mencapai pertumbuhan rata-rata 6% setiap tahunnya sampai 2045.
“Pembangunan rendah karbon juga bisa menciptakan 15, 3 juta pekerjaan tambahan pada 2045, ” kata anggota DPR RI Komisi VII sekaligus Anggota Komisioner LCDI Dyah Roro Esti dalam konferensi pers daring, Selasa (9/8).
Jutaan pekerja baru yang tercipta tersebut memiliki karakteristik lebih hijau alias green job dan memiliki nominal gaji yang lebih tinggi. Potensi tambahan pekerja baru ini bisa mengkompensasi hilangnya banyak pekerjaan saat pandemi 2020. (schmu.id)