Kabargolkar.com - Komisi VI DPR RI memuji kinerja Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), atas laporan keuangan yang diungkapkannya kepada publik.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji mengatakan, hal yang diapresiasi adalah laporan keuangan Kementerian Investasi yang dinilai baik, karena cukup lengkap disertai dampak keuangan terhadap peningkatan kinerja kementerian secara keseluruhan.
Sehingga Komisi VI DPR, kata politikus Partai Golkar ini, dapat memahami secara menyeluruhkinerja Kementerian Investasi.
"Sekurang-kurangnya capaian kinerjanya terpapar di (laporan keuangan) sini dan capaian kinerjanya dicapai dalam masa yang tidak mudah menurut saya, masa pandemi, masa turbulensi perekonomian global, tetapi Indonesia ada kenaikan investasi yang sangat signifikan," kata Sarmuji dalam keterangan persnya, di Jakarta, belum lama ini.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur (Jatim) ini pun menyoroti adanya pergeseran arah investasi dari Jawa ke luar Jawa, yang juga patut diapresiasi.
Sebab, menurutnya hal tersebut sebenarnya tidak mudah dilakukan.
"Mengajak orang untuk berinvestasi ke luar jawa itu sama sekali tidak mudah, karena kendala infrastruktur, kendala pendidikan, tenaga kerja, kendala jarak yang jauh dikoordinasikan dari pusat pemerintahan dan lain sebagainya," jelas Sarmuji.
Kedepannya, ia berharap, perkembangan investasi akan lebih menggembirakan lagi.
Untuk itu, Kementerian Investasi diharapkan tidak hanya memperhatikan Penanaman Modal Asing (PMA), saja namun juga Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sarmuji menilai, PMA memang penting namun, PMDN juga merupakan bagian yang tak terpisahkan yang harus diperhatikan juga.
"Tentu yang kita perhatikan bukan hanya PMA, tapi PMDN juga harus kita perhatikan memberikan kemudahan, menstimulir orang Indonesia untuk mau berinvestasi, berbudaya investasi itu juga penting. Saya meyakini sebenarnya uang orang Indonesia itu banyak, PMDN juga penting untuk kita perhatikan," tutup Sarmuji.