Kabargolkar.com - Legislator Golkar Daerah Pemilihan 9 Jawa Barat, Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, S.Sos., M.M. menyoroti tajam kritikan soal ibu-ibu pengajian dari seorang pimpinan Partai Besar.
Menurutnya, tak ada korelasi dari fenomena tersebut dengan seberapa baik seorang ibu mengurus rumah tangganya.
''Aktivitas mengaji merupakan hal yang familiar bagi kalangan wanita, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Pengajian ibu-ibu— begitu kerap disapa—kerap menjadi aktivitas rutin pekanan atau bulanan yang digelar para kaum ibu,'' Ujar Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin dalam keterangan kepada redaksi soal tanggapannya perihal polemik Ibu Ibu pengajian belum lama ini.
''Apa pengaruh seringnya ibu ke pengajian dengan ketidakmampuan mengurus keluarga? Lalu apa faktor yang mempengaruhi kesuksesan manajemen rumah tangga?" tambahnya.
''Pengajian di kalangan ibu-ibu harus terus berlangsung di tengah gempuran globalisasi dan keterbukaan yang tak sedikit memberikan efek negatif terhadap akhlak generasi penerus. Ibu Ibu merupakan posisi yang tepat untuk memfilter arus informasi yang diterima oleh kalangan anakanak,'' Ungkap Perempuan yang juga Anggota DPR RI Komisi VIII ini.
Lebih lanjut, dia membeberkan bagaimana peran ibu dalam rumah tangga yang sama vitalnya seperti peran ayah. Namun, ia juga tak sama sekali melarang apabila terdapat ibu yang melakukan aktivitas kerja di luar rumah.
Baginya, ibu dan ayah merupakan posisi yang sama-sama memiliki peluang untuk maju dalam aktivitas apa pun. Hanya saja, sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, seorang ibu perlu membekali diri dengan kemampuan agama dan keilmuan yang mapan agar dapat membimbing anak-anaknya sedini mungkin.
Dia mencontohkan bagaimana ketika anak bertanya mengenai hal sepele atas dasar keingintahuannya, maka orang pertama yang akan ditanya adalah ibunya sendiri.
"Misalnya, bagaimana cara wu dhu, apa doa tidur, bagaimana adab ket ika masuk toilet. Hal-hal tentang akhlak ini pasti ditanyakan ke ibunya," Pungkas Itje Siti Dewi Kuraesin.