Kabargolkar.com - Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus meminta masyarakat tidak perlu membeli karena panik atau panic buying seiring adanya isu pembatasan pembelian beras maksimal 10 kilogram di toko ritel.
Menurutnya, pemerintah sudah memikirkan cara untuk memastikan pasokan beras agar selalu tersedia di masyarakat.
”Kita sedang menghadapi El Nino, pemerintah juga telah mengambil kebijakan untuk impor beras, tentunya jangan sampai masyarakat menjadi panic buying,” ujarnya, usai rapat paripurna di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Dia memandang, panic buying akan menyusahkan masyarakat yang sedang sangat membutuhkan. Sehingga pada momen seperti ini, perlu adanya kerja sama dan kebijaksanaan yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar ketersediaan panggan bisa cukup hingga fenomena El Nino benar-benar berlalu.
”Karena saya tahu masyarakat sangat membutuhkan, sekarang ada El Nino. El Nino ini tentunya berdampak kepada ketersediaan pangan walaupun pemerintah sudah mengambil kebijakan, tapi itu kan dibatasi,” kata legislator Partai Golkar ini.
Diketahui, saat ini pembatasan pembelian beras di ritel ini dilakukan atas arahan Badan Pangan Nasional. Namun begitu, pembatasan ini tidak akan dilakukan secara permanen dan akan dicabut usai beras impor masuk ke Tanah Air.
Lodewijk menekankan ada hal penting lain yang perlu dimitigasi yakni tidak menentunya cuaca yang akan mempengaruhi musim tanam di Indonesia.
”Kalau kita katakan setelah hujan mungkin ada banjir itu yang harus dimitigasi juga, dan setelah itulah musim tanam, berapa lama setelah itu panen produk yang dihasilkan, cukup enggak, itu yang tentunya harus dihitung pemerintah,” pungkasnya.