Kabargolkar.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, Darul Siska terus berjuang tanpa henti, dalam membangun generasi emas di daerah pemilihannya Provinsi Sumatera Barat.
Legislator Golkar asal Sumatera Barat ini konsisten, meyalurkan alokasi anggaran program kemitraan dengan kementerian dan lembaga/badan.
Komitmen itu sejalan dengan pemerintah telah mencanangkan terwujudnya Generasi Emas Indonesia pada 2045, sehingga membutuhkan sinergitas dalam menyiapkan sejak sekarang, karena merupakan momentum 100 tahun Indonesia merdeka.
Anggota DPR RI Dapil 1 Sumbar ini dalam ekspose laporan kinerjanya 2023, berpandangan bahwa Generasi Emas Indonesia 2045 adalah generasi yang sehat fisiknya, cerdas otaknya, dan baik akhlaknya.
Menurut Darul, untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia, pemerintah Indonesia harus meningkatkan modal manusia (human capital) dan tingkat ketersediaan pekerjaan.
Tujuannya, supaya menjadi generasi yang produktif, inovatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berkarakter unggul dan berkepribadian kuat.
"Anak-anak kecil sekarang pada dasarnya adalah bibit-bibit unggul pada tahun 2045 kelak. Di tangan mereka yang masih bayi dan anak-anak sekarang, masa depan dan nasib bangsa ini dipertaruhkan," kata Darul dalam keterangan persnya, dikutip Selasa (2/1/2024).
Menurut Darul, mewujudkan generasi emas, memang disadari banyak tantangan yang dihadapi. Sebab, bangsa ini masih bergelut dengan berbagai persoalan seperti masih rendahnya kualitas sumber daya manusia.
"Kelemahan sumber daya manusia dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek psikis dan fisik. Sebagai anggota DPR RI yang bertugas di Komisi IX memiliki peran penting dalam mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat dan ketenagakerjaan di Sumatera Barat," tegas Darul.
Kemudian, Darul juga memperjuangkan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan sektor kesehatan dan ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan dengan mengusulkan anggaran untuk sektor-sektor tersebut, serta memperjuangkan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pelatihan kerja.