Kabar Golkar

Kunker Reses Komisi IV DPR di Pulau Salawati, Robert J. Kardinal ungkap Keberhasilan Program Transmigrasi era Presiden Soeharto

Oleh · · Kabar Parlemen

Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal menyerahkan bantuan secara simbolis dalam Kunker Reses Komisi IV DPR RI di Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, (31/10). Foto: dpr.go.id
Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal menyerahkan bantuan secara simbolis dalam Kunker Reses Komisi IV DPR RI di Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, (31/10). Foto: dpr.go.id

Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Robert Joppy Kardinal menyebut bahwa Pulau Salawati sebagai salah satu contoh nyata keberhasilan program transmigrasi yang dijalankan pemerintah sejak era Presiden Soeharto. Hal tersebut disampaikannya usai Kunjungan Kerja Reses hari kedua Komisi IV DPR RI di Distrik Salawati Utara, Kampung Kalobo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat (31/10/25).

Menurutnya, di wilayah tersebut terdapat dua satuan pemukiman transmigrasi yang dibangun antara tahun 1981–1983. Para transmigran, yang datang dari berbagai daerah di Jawa, kini hidup berdampingan dengan masyarakat asli Papua dalam suasana harmonis dan saling mendukung pembangunan daerah.

“Ini satu kerinduan saya, membawa teman-teman Komisi IV datang ke Pulau Salawati. Di sini ada tujuh kampung, dan dua di antaranya merupakan pemukiman transmigrasi sejak awal 1980-an. Mereka hidup rukun bersama masyarakat asli Papua, membangun bersama, dan menunjukkan betapa aman tanah Papua ini,” ungkap Robert. 

Ia menilai bahwa program transmigrasi merupakan salah satu warisan pembangunan yang patut diapresiasi. Bahkan, masyarakat setempat menyampaikan aspirasi agar Presiden Soeharto diberi gelar pahlawan nasional karena dianggap sebagai tokoh pembangunan yang berjasa besar dalam membangun Papua melalui program transmigrasi.

“Banyak warga menyampaikan aspirasi agar Pak Harto diberi gelar pahlawan nasional. Mereka menilai beliau pahlawan pembangunan, karena tanpa program transmigrasi, mungkin Papua tidak berkembang seperti sekarang,” ucapnya.

Robert juga menjelaskan bahwa kini tugas pemerintah adalah melanjutkan keberhasilan tersebut dengan memperkuat kesejahteraan transmigran, khususnya melalui dukungan sektor pertanian dan peternakan. Masyarakat di Pulau Salawati, kata Robert, masih membutuhkan benih, pupuk, alat pertanian, alat perikanan, dan bantuan pengembangan peternakan agar produktivitas mereka meningkat.

“Kita bantu supaya mereka bisa lebih sejahtera. Mereka butuh benih, pupuk, alat pertanian, alat perikanan, bahkan bantuan ternak seperti sapi. Semangat mereka luar biasa,” tegasnya.

Tag: Transmigrasi, Papua, RajaAmpat, Soeharto, RobertKardinal, Pertanian, Perikanan