Kabar Golkar

Sari Yuliati: BSPS Merupakan Instrumen Penting Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Oleh · · Kabar Parlemen

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati

Jakarta - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali ditegaskan sebagai salah satu instrumen penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Program yang dikenal sebagai “bedah rumah” ini menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan(Korekku) Sari Yuliati mengatakan, pemerintah menargetkan perbaikan dan pembangunan hingga 3 juta rumah layak huni sampai tahun 2029. Setiap tahunnya, program ini diharapkan mampu menjangkau sekitar 400 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia. Target tersebut menjadi langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BSPS ini merupakan program stimulan, bukan bantuan penuh. Pemerintah hadir untuk mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam memperbaiki rumahnya secara mandiri,” ucapnya kepada masyarakat saat penyerahan BSPS di Lombok Timur NTB, Sabtu (02/05/2026) 

Ia menjelaskan, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sementara Rp2,5 juta digunakan untuk upah tenaga kerja. Dana tersebut tidak diberikan langsung kepada penerima manfaat, melainkan dibayarkan ke penyedia material dan tukang guna memastikan transparansi dan tepat sasaran.

Lebih lanjut Ia menekankan bahwa konsep BSPS mengedepankan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Jika kebutuhan renovasi melebihi nilai bantuan, masyarakat didorong untuk menambah secara swadaya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kemandirian sekaligus mempercepat peningkatan kualitas hunian.

“Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kesehatan keluarga, mulai dari sanitasi yang baik, tidak ada kebocoran, hingga lingkungan yang lebih sehat. Dari situ, produktivitas meningkat dan perekonomian keluarga ikut terdongkrak,” jelasnya. 

Tag: BSPS, RTLH, NTB, Perumaha., SariYuliati