Kabar Golkar

Singgih Januratmoko Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Kekeringan

Oleh · · Kabar Parlemen

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko

Jakarta – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai tingginya potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, hingga Kalimantan bagian selatan, mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko. Ia meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah antisipatif agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas.

Menurut Singgih, informasi yang disampaikan BMKG harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat langkah mitigasi sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih berat.

"Informasi dari BMKG harus menjadi peringatan dini yang ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata. Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, hasil panen menurun, atau kebakaran hutan dan lahan mulai meluas," kata Singgih yang dikutip dari detik.com, Sabtu (1/8/26).

Ia menilai penanganan ancaman kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BMKG, BNPB, kementerian terkait, TNI-Polri, hingga relawan kebencanaan. Menurutnya, upaya pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi.

"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga harus diperkuat. Kementerian Pertanian perlu mengantisipasi dampaknya terhadap produksi pangan, sementara Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah harus memastikan kelompok rentan memperoleh bantuan apabila terdampak kekeringan berkepanjangan," ucap dia.

Selain memastikan kesiapan menghadapi potensi krisis air bersih dan penurunan produksi pangan, Singgih juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Ia menilai patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta pemantauan kawasan rawan harus menjadi fokus utama agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

"Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tetapi kita bisa mengendalikan kesiapsiagaan. Dengan mitigasi yang baik, koordinasi yang solid, dan respons yang cepat, dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya.

Tag: Kemarau, BMKG, Pemerintah, SinggihJanuratmoko