Azis Syamsuddin Usul Revolusi Imigrasi 4.0, Belajar dari Kasus Harun Masiku
Oleh Atop · · Kabar Parlemen
KabarGOLKAR.COM - Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam), Azis Syamsuddin mengusulkan revolusi sistem keimigrasian di Indonesia yang berlaku saat ini menjadi sistem Imigrasi 4.0 yang cepat, akurat, dan akuntabel didukung teknologi yang tepat.
Sistem Imigrasi 4.0 dengan menggunakan teknologi Blockchain, Artificial Intelligence dan Machine Learning dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghasilkan laporan yang akurat kepada pemerintah.
"Penggunaan teknologi blockchain dalam sistem Imigrasi 4.0, akan lebih memudahkan kita dalam melakukan pengawasan dan pencatatan traffic setiap orang yang bepergian keluar negeri atau yang sedang dalam pengawasan pihak imigrasi,terutama dalam pengambilan keputusan yang memerlukan data yang dapat dipercaya,” ujar Azis Syamsuddin dalam keterangan pers, Selasa (4/2/2020).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar mengatakan, kasus ini menunjukkan sistem ke-Imigrasian kita saat ini masih belum saling connected dan trusted.
"Saat ini teknologi Imigrasi 4.0 sudah banyak digunakan oleh berbagai negara, salah satunya di bidang layanan imigrasi dan pemantauan para pengungsi (migrant dan displacement),” katanya.
Azis Syamsuddin menambahkan, perkembangan Teknologi 4.0 saat ini telah merambah ke berbagai bidang kehidupan sehingga agar Indonesia bisa maju dan akuntable harus pandai-pandai memanfaatkan Teknologi 4.0 bagi peningkatan layanan kepada masyarakat dan publik luas.
Dia memberikan contoh bagaimana Tiongkok saat ini telah benar-benar menggunakan Teknologi 4.0 untuk menghadapi epidemi virus Corona di Wuhan, yang saat ini tengah terjadi.
“Kemampuan Tiongkok menggunakan teknologi ini untuk menghadapi epidemi di Wuhan. Kemajuan teknologi di Tiongkok sekali lagi membuka mata kita bagaimana memantau warga terduga terinveksi virus Corona. Dan satu lagi, teknologi yang sama juga digunakan dalam eknomi, militer, sipil, pendidikan dan pemerintahan,” kata Azis Syamsuddin.