Kedua pihak sepakat bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penguatan kualitas kepemimpinan perempuan agar mampu menghasilkan kebijakan publik yang lebih inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Diplomasi Perempuan dan Kerja Sama Bilateral ASEAN
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepahaman bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral antara PP KPPG dan PAP Women’s Wing dalam sejumlah bidang strategis.
Beberapa area prioritas kerja sama yang dibahas antara lain pertukaran program kaderisasi dan kepemimpinan perempuan, dialog kebijakan perempuan ASEAN, penguatan strategi komunikasi digital organisasi, serta perlindungan pekerja migran perempuan Indonesia di Singapura.
Kedua organisasi menilai bahwa isu pekerja migran perempuan harus menjadi perhatian bersama negara-negara ASEAN, bukan hanya dalam aspek perlindungan hukum, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, literasi keuangan, dan reintegrasi sosial pasca penempatan kerja.
Selain itu, kedua pihak juga melihat pentingnya membangun solidaritas perempuan ASEAN yang lebih kuat di tengah dinamika global yang semakin tidak pasti. Dalam konteks tersebut, organisasi perempuan politik dipandang memiliki peran strategis sebagai jembatan antara negara, masyarakat, dan generasi muda perempuan.
KPPG Diundang Melakukan Kunjungan Balasan ke Singapura
Sebagai tindak lanjut dari dialog strategis ini, PAP Women’s Wing secara resmi mengundang PP KPPG untuk melakukan kunjungan balasan ke Singapura dalam waktu mendatang.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih terstruktur, termasuk kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua organisasi.
Melalui kunjungan lanjutan tersebut, kader-kader perempuan Indonesia diharapkan dapat mempelajari secara langsung praktik penguatan kepemimpinan perempuan, transformasi digital organisasi, serta pengembangan kebijakan publik berbasis inklusivitas sosial yang diterapkan di Singapura.
Membangun Masa Depan ASEAN yang Lebih Inklusif
Pertemuan antara PP KPPG dan PAP Women’s Wing menunjukkan bahwa kerja sama perempuan lintas negara kini semakin relevan dalam menghadapi tantangan kawasan dan global.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, perubahan sosial akibat disrupsi teknologi, serta tantangan kohesi sosial di berbagai negara, kepemimpinan perempuan dipandang semakin penting dalam menghadirkan pendekatan pembangunan yang lebih kolaboratif, manusiawi, dan berorientasi jangka panjang.
Kemitraan antara KPPG dan PAP Women’s Wing juga memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia–Singapura tidak hanya berkembang dalam bidang ekonomi dan diplomasi formal, tetapi juga semakin kuat melalui diplomasi masyarakat dan kepemimpinan perempuan.
Sekjen PP KPPG, Tati Noviati menyantakan, “Indonesia dan Singapura memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan perempuan Asia Tenggara tumbuh sebagai kekuatan pembangunan, kekuatan perdamaian, dan kekuatan transformasi sosial di kawasan,” demikian pungkasnya.