kabargolkar.com, YOGYAKARTA - Akibat pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang mengalami dampak dari berkurangnya penghasilan hingga kehilangan pendapatan. Seperti kalangan buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta yang merasakan dampak akibat sepinya pengunjung pasar.
Melihat kondisi tersebut, DPD Ormas MKGR dan DPD Golkar DIY membagi-bagikan bantuan paket sembako kepada 73 buruh gendong yang selama ini beroperasi di Pasar Beringharjo. Aksi sosial ini juga dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei, paket sembako yang dibagikan berisi beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, masker dan amplop berisi uang tunai Rp50 ribu.
"Kami mendengar keluhan para Buruh Gendong di Pasar Beringharjo yang menurun drastis penghasilannya akibat pandemi COVID-19 ini. Oleh karena itulah dalam rangka Hari Buruh ini kami DPD Ormas MKGR bersama DPD Golkar DIY memberikan sedikit bantuan kepada para Buruh Gendong untuk meringankan beban mereka," kata Ketua DPD MKGR yang juga Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman, kepada Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (4/5).
Gandung Pardiman mengatakan, bantuan tersebut jangan dinilai dari jumlahnya tetapi ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian DPD MKGR dan Golkar DIY terhadap para buruh khususnya buruh gendong di Pasar Beringharjo.
Selain memberikan paket sembako kepada para buruh gendong, DPD MKGR dan Golkar DIY memberikan bantuan sembako kepada musisi jalanan yang selama ini beroperasi di Malioboro. Para pengamen yang biasa ngamen di Malioboro sangat terpukul dengan adanya pandemi COVID-19 ini. Sebab tidak ada wisatawan yang datang ke Yogyakarta dimasa pandemi ini. Malioboro sepi, banyak pedagang yang tidak jualan dan puluhan pengamen pun kehilangan penghasilan.
"Kita tahu sejak adanya wabah COVID-19, suasana di Malioboro sepi sehingga mengakibatkan puluhan pengamen kehilangan penghasilan. Guna meringankan beban karena kehilangan penghasilan, Kami memberikan sedikit bantuan paket sembako. Semoga bermanfaat," tuturnya.