kabargolkar.com, BLORA - Agak menggelitik pernyataan Ketua DPD II Golkar Blora, Siswanto Spd terkait siapa yang akan maju di Pilkada Blora 2020. Pihaknya meyakini bahwa di Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang itu akan diikuti calon tunggal. ''Sejak awal Golkar menginisiasi calon tunggal, dan saat ini kami masih meyakini bahwa nantinya di Pilkada Blora akan diikuti calon tunggal,'' jelas Siswanto, Selasa (2/6).
Bahkan, Wakil Ketua DPRD Blora itu menyatakan keyakinannya mencapai 90 persen. Sebelumnya gema memunculkan calon tunggal di Pilkada Blora 2020 sempat santer sebelum pandemi Covid -19. Waktu itu, Golkar Blora secara blak-blakan menyatakan menginisiasi calon tunggal di Pilkada Blora. ”Golkar memang menginisiasi calon tunggal di Pilkada Blora 2020 mendatang,” kata Siswanto.
Menurutnya, calon tunggal secara regulasi dibolehkan, sehingga sangat memunginkan di Pilkada 2020 nanti calon hanya satu pasang sementara lawannya bumbung kosong. ''Secara regulasi dibolehkan dan memungkinkan, di Pilkada 2020 lawannya bumbung kosong. Secara yuridis formal dan aturan Pilkada boleh, nantinya yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen menang,'' tuturnya.
Dikemukakan Siswanto, kebutuhan Pilkada itu besar, baik mulai sosialisasi, menjelang coblosan, publikasi dan lainnya. Kalau dalam perhitungannya calon Bupati minimal butuh biaya sekitar Rp 25 Miliar. Sementara itu jika nantinya calon tunggal, cukup sosialisasi sehingga tidak perlu banyak uang yang dikeluarkan. Dampak positifnya setelah jadi seorang Bupati tidak akan ngoyo berpikir untuk mencari pengembalian.
''Calon jadi akan berpikir lebih jernih dalam pembangunan. Untuk itu saya menyarankan calon tunggal, sehingga Pilkada Blora nantinya murah dan tetap berkualitas,” papar Siswanto.
Siswanto menambahkan, kondusifitas wilayah itu penting, sehingga pembangunan suatu wilayah, baik pembangunan hubungan antar manusia, kualitas manusia, termasuk pembangunan fisik bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, saat ini gejala gesek menggesek antara elit politik sudah mulai nampak dan muncul. Dampaknya, bagian-bagian dan elemen-elemen masyarakat juga merasakan akibatnya.