28 Oktober 2020
Pilkada Demak, Golkar Ingin Membangun Kemaslahatan Bersama
  Bambang Soetiono
  19 September 2020
  • Share :
Nur Wahid, Ketua DPD Golkar Kabupaten Demak.(fOTO: Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

kabargolkar.com, DEMAK - Perubahan komposisi calon wakil bupati yang mendampingi Calon Bupati (Cabup) Eistianah menjadi perbincangan panas. Sebab, Cawabup Joko Sutanto (Eisti-Jos) digantikan oleh Cawabup KH Ali Mahsun (Eisti-Alim). Namun Joko Sutanto tidak lolos tes kesehatan jasmani oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kiai Ali Mahsun semula menjadi Cawabup Mugiyono yang menjadi rival Cabup Eistianah. Bagaimana tanggapan DPD Partai Golkar Demak yang kehilangan posisi cawabup. 

Berikut bincang-bincang wartawan Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi dengan Ketua DPD Partai Golkar Demak Nur Wahid.

Bagaimana sikap Partai Golkar dengan adanya pergantian posisi cawabup dari Joko Sutanto ke Kiai Ali Mahsun itu?

Begini. Dasarnya adalah tasarroful imam, ala roiyah manutun bil maslahah. Artinya, kemaslahatan umat itu menjadi yang terpenting dalam perjalanan politik ini. Jadi, kita gabung ke koalisi sampai Pak Joko diganti Pak Kiai Mahsun, pertimbangannya adalah manutun bil maslahah itu tadi. Yaitu, kemaslahatan untuk koalisi dan kemaslahatan untuk demokrasi di Demak agar berjalan dengan baik.

Jadi, Partai Golkar sudah legowo ya?

Ya tentu saja. Harus legowo

Seberapa jauh kedekatan Golkar dengan sosok Kiai Ali Mahsun ini?

Kita tahu Pak Kiai Mahsun ini memiliki latar belakang berbasis pesantren. Kalau dikatakan dekat ya tidak begitu dekat. Tapi, itu tidak menjadi masalah. Karena Golkar itu tujuannya juga ingin membangun kemaslahatan bersama.

Bagaimana pemerintahan ke depan menurut pandangan anda?

Pemerintah ke depan tentunya pemerintah yang baik. Pemerintahan yang baik adalah yang disusun dan direncanakan serta dijalankan bersama-sama dengan konsep partisipasi. Artinya, dijalankan dengan tetap mempertimbangkan keberadaan partai politik. Kemudian, keberadaan petani, nelayan dan elemen masyarakat lainnya. Semua ikut memiliki. Itu artinya, kami tidak boleh ego sektoral dan ego politik. Jika kita ingin membangun Demak ya harus sesuai yang diinginkan dan sebagaimana yang dicita-citakan leluhur kita, yaitu Sunan Kalijaga.

Jadi, Golkar betul-betul telah legowo ya?

Kita legowo saja. Asal pendukung partai tidak saling jegal dan menjatuhkan martabat satu sama lainnya. Kita hormati satu partai dengan partai yang lain. Ini adalah agenda yang sama. Karena itu, pasangan Eisti-Alim ini harus menang dalam Pilkada ini. Kalau tidak menang bagaimana kita. Kita harus berusaha untuk menang. Demak pasti jos.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.