kabargolkar.com, BANJARNEGARA - Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banjarnegara, Agus Junaidi mengemukakan ada semacam romantisme masa lalu yang sesungguhnya sangat dirindukan masyarakat. Yaitu saat Soeharto dari Partai Golkar menjadi Presiden.
"Kondisi stabil, aman, harga sandang pangan murah. Kondisi-kondisi yang dirindukan kembali oleh masyarakat saat ini," paparnya kepada media, Minggu 4 Juli 2021.
Agus menegaskan kader Golkar di seluruh Indonesia akan merasa bangga, bila Presiden RI ke depan berasal dari partai berlambang pohon beringin ini. "Tak hanya sekadar romantisme dan pengobat rindu, kita pasti bangga bila Ketum-nya jadi Presiden," tegasnya.
Untuk itu, pihaknya bekerja keras menyosialisasikan Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024 kepada masyarakat, di berbagai kesempatan.
"Kami selaku DPD Kabupaten, setiap ada momen-momen ya kami sialisasikan Pak Airlangga sebagai Capres. Waktu bulan puasa, lebaran, kita memasang baliho. Pada saat Muscam konsolidasi partai di tingkat kecamatan, kami juga menyosialisasikan Pak Airlangga," ungkapnya.
Pada Rakerda DPD 1 Jateng, lanjut Agus, telah diputuskan bahwa konsolidasi pemenangan Golkar dan Airlangga ini sudah harus selesai paling lambat 31 Desember 2021.
"Yang jelas, internal Partai Golkar siap untuk memenangkan calon dari partai kita, kader terbaik Partai Golkar, yaitu Pak Airlangga Hartarto," jelasnya.
Ia mengatakan Airlangga dinilai memiliki kans besar menjadi orang nomor satu di negeri ini. Pencalonan Airlangga Hartarto sebagai Capres juga sudah menjadi keputusan final saat Munas DPP Partai Golkar.
"Semua kader Golkar sepakat mencalonkan kader terbaiknya, yaitu Pak Airlangga Hartarto, untuk jadi Capres pada Pilpres 2024. Saat Rakerda Provinsi Jateng di Solo 18 Juni 2021 lalu, teman-teman pengurus se-Provinsi Jawa Tengah juga siap menyukseskan Pak Airlangga untuk jadi RI-1," kata Agus.
Menurut Agus, Airlangga Hartarto sudah populer dan dikenal luas oleh masyarakat. Airlangga Hartarto juga menjadi menteri dalam dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi.
"Waktu itu jadi Menteri Perindustrian dan sekarang jadi Menko Perekonomian, juga jadi ketua Komite Covid-19 dan ekonomi nasional. Jadi sudah teruji dan cukup populer," paparnya.