26 Juli 2021
Wali Kota Benyamin Davnie Tegur Satpol PP yang Ancam Pemilik Angkringan di Pamulang
  Nyoman Suardhika
  22 Juli 2021
  • Share :
Credit Photo / Kompas

Kabargolkar.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengaku telah menegur pihak Satpol PP yang mengancam pemilik angkringan di Pamulang, Tangsel.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie berujar, personel Satpol PP yang mengancam pemilik itu merupakan anggota Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP di Kecamatan Pamulang. Oleh karenanya, Pemkot Tangsel menyampaikan teguran itu melalui perangkat Kecamatan Pamulang.

Benyamin menyatakan, oknum tersebut merupakan personel Trantib Satpol PP non-pegawai negeri sipil (PNS). "Saya sudah tegur itu Trantib Kecamatan Pamulang, saya sudah tegur camat-nya," ungkap Benyamin dalam keteranganya seperti yang kami kutip dari laman Kompas.com, Rabu (21/7/2021).

"Dia merupakan anggota trantib non-PNS," sambung dia. Benyamin mengakui bahwa tindakan anggota Trantib Satpol PP itu keliru karena menertibkan dengan cara mengancam dan membentak.

Pihaknya tak hanya menegur perangkat Kecamatan Pamulang saja, tapi turut menegur perangkat kecamatan lainnya di Tangsel agar kejadian serupa tak terulang. Satpol PP Tangerang Selatan juga tak luput dari peneguran itu. "Saya berikan atensi dan perhatian juga untuk semua Satpol PP tingkat kota dan kecamatan lainnya," klaim Benyamin.

Cerita pemilik lapak angkringan

Pemilik lapak angkringan, Shofwan (24), sebelumnya mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula ketika seorang pelanggan mendatangi angkringan tersebut dan hendak membeli makanan untuk dibawa pulang pada Minggu (18/7/2021) pukul 20.45 WIB.

Pada saat yang bersamaan, sejumlah personel gabungan melakukan patroli dan hendak menutup lapak Shofwan. Ketika melakukan penutupan, salah seorang petugas Satpol PP Tangsel yang mengenakan baju berwarna oranye membentak-bentak rekan kerja Shofwan, Hamidatur Rhosyadi (24).


Hamidatur mengaku tidak terlalu hafal bentakan yang diutarakan oleh petugas Satpol PP itu. Mengetahui rekannya dibentak petugas, Shofwan berargumen bahwa lapaknya tidak menerima pelanggan yang makan di tempat.

Dia hanya melayani pelanggan yang membeli makanan untuk dibawa pulang. Shofwan kemudian merekam penertiban itu menggunakan ponselnya. Namun, seorang petugas Satpol PP Tangerang Selatan yang lainnya malah bertanya tujuan Shofwan merekam video.

"Ada satu petugas Satpol PP nyamperin, nanya, 'Mau naikkin ke media?'. Saya bilang, 'Saya video ini buat antisipasi adanya kekerasan atau tidak'," paparnya, Selasa (20/7/2021).


Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.