Kabargolkar.com - Masih tingginya kasus aktif Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel harus putar otak, salah satunya menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT) dari Rp22 miliar menjadi Rp36 miliar.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memaparkan, anggaran BTT ini sudah mengalami penambahan sebelunya dari Rp14 miliar menjadi Rp22 miliar. Tentunya anggaran ini untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di kota penyanggah DKI Jakarta ini.
"Untuk anggaran lainnya, kita mengalokasikan di BTT itu sekarang menjadi 36 miliar. Perubahan nanti kalau ada lagi, kita tambah lagi," ungkap Benyamin, Jumat (30/7/2021).
Benyamin menerangkan, dalam penggunaan BTT tersebut, pihaknya fokus pada tiga hal. Yakni penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, dan bantuan sosial (bansos).
"Kita fokuskan BTT ini untuk tiga hal, pertama penanganan Covid-19, beli obat, peningkatan sarana prasarana kesehatan di RS Serpong Utara, RS Pamulang," terang Walikota yang diusung Golkar tersebut saat Pilkada tahun 2020 ini.
Kemudian, alokasi bansos sekitar Rp4 miliar. Benyamin tak menyebutkan anggaran untuk pemulihan ekonomi.
Sebelumnya, Benyamin mengakui alokasi anggaran BTT terbesar untuk penanganan pandemi covid-19 di Tangsel tersisa Rp4,7 miliar. Pihaknya kemudian melayangan surat permohonan bantuan keuangan ke Pemprov DKI dan Kementerian Keuangan RI.