“Karena visionernya beliau (Taufan Pawe ) saya tidak ragu masuk Golkar. Dengan paradigma baru Golkar, pak ketua merubah pola pikir kita semua dalam bergolkar. Khususnya mengilangkan kebiasaan bayar-bayaran partai,” kata Ombas.
“Biar lagi satu sen pun uang saya keluar tidak ada (soal diskresi). Justru kita harus apresiasi Pak Taufan, Golkar memiliki kader seperti ini. Beliau sangat tulus membesarkan Partai Golkar. Beliau tidak mengenal barang seperti itu (bayar-bayaran). Saya sangat bangga dengan ketua saya,” tegas Ombas.
Diketahui, saat ini Golkar Susel telah menyelasaikan 16 musda DPD II Golkar. Tersisah delapan daerah. Taufan Pawe menjelaskan, penyelengaraan musda melalui pendekatan kualitas. Sehingga pihaknya selektif mencari figur ketua DPD II. Hal ini dilakukan demi target memenangkan event politik kedepan. Terutama mengantarkan Ketua Umum DPP Golkar Sulsel Airlangga Hartarto terpilih presiden 2024 mendatang.
“Kita pakai pendekatan kualitas bukan kuantitas. Karena kita butuh figur ketua DPD II terbaik yang siap memenangkan Bapak Airlangga, siap memenangkan pileg, dan menang pilkada,” ungkapnya. (makassarmetro.com).