Kabargolkar.com - Pucuk pimpinan DPD II Partai Golkar Luwu Utara (Lutra) hampir pasti menjadi milik Indah Putri Indriani (IDP). Langkah Bupati Luwu Utara itu bakal mulus setelah DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi jelang pelaksanaan Musda.
Dalam surat yang diteken langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto itu, tertera nama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.
Hal itu diungkap oleh Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, Muhammad Baliah. “Untuk musda Golkar Luwu Utara, diskresi dari DPP sudah keluar untuk ibu Indah Putri Indriani,” ungkap Baliah.
Dia menambahkan, salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah Putri Indriani, karena Indah adalah kandidat usungan Golkar pada pilkada 9 Desember 2020 yang lalu. “Hanya untuk satu nama (Indah) dan diskresi itu sepenuhnya adalah kewenangan ketua umum,” tegas Baliah.
Indah Putri Indirani yang dikonfirmasi mengaku belum memegang surat sakti tersebut. “Belum saya pegang. Infonya saja baru saya tahu,” singkat Indah, Rabu (1/9/2021).
Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan, Musda DPD II Golkar Lutra akan digelar Minggu 5 September mendatang. “Insya Allah Musda Golkar Lutra Minggu ini,” ujarnya, Rabu (1/9/2021).
Zulham menjelaskan, setelah Musda Golkar Lutra. Maka rombongan DPD I akan melanjutkan perjalanan konsolidasi di DPD II Golkar Barru dan Parepare. “Dari Lutra, dilanjut konsolidasi Golkar Parepare dan Musda Barru di hari Senin,” jelasnya.
Zulham mengatakan, sejauh ini 19 kabupaten/kota di Sulsel sudah menggelar Musda, sementara lima daerah lainnya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Lima daerah yang belum itu yakni, Lutra, Barru, Parepare, Enrekang dan Luwu Timur,” ucapnya.
Ia memastikan jika pelaksanaan musda pada lima daerah ini akan berjalan aman lancar, tanpa ada riak-riak dari kader. “Kita sudah menyelesaikan 19 daerah, dan sampai saat ini belum ada surat yang masuk ke Mahkamah Partai dan itu saya anggap sudah sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, jelang pelaksanaan Musda DPD II Golkar Luwu Utara ada dua kandidat yang mendaftarkan diri untuk maju bertarung di arena Musda. Mereka adalah Indah Putri Indriani dan Arifin Junaedi.
Hanya saja baik Indah dan Arifin keduanya harus mengantongi diskresi dari ketua umum Partai Golkar untuk bisa masuk kedalam arena Musda, karena keduanya sama-sama tidak memenuhi syarat pencalonan sesui aturan dalam AD/ART Partai dan petunjuk pelaksanaan nomor 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Musyawarah Partai Golkar di Daerah.
Indah Putri Indriani belum genap lima tahun menjadi kader Golkar. Sementara Arjuna, kendati orang lama, dirinya pada 2019 meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan PAN. Bahkan Arjuna mendaftarkan dirinya untuk caleg DPR RI di PAN.
Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe memerintahkan Pengurus DPD II Partai Golkar Luwu Utara segera mempersiapkan musda. Agenda Musda Partai Golkar Luwu Utara akan dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
“Kita tidak berlama-lama. Saya perintahkan untuk segera musda,” kata Taufan Pawe belum lama ini. (rakyatsulsel.co)