Maryanti Adoe, mantan Ketua KPUD NTT, yang juga hadir dalam dialog yang dipandu Ferdy Boynau itu, meminta agar perlunya Golkar memberi ruang bagi perempuan dalam berkompetisi. “Berikan pendidikan dan pelatihan bagi bacaleg juga para bakal calon kepala daerah, juga siapkan ruang bagi perempuan. Tapi jangan juga lupa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” saran Tanti Adoe.
Dalam clossing stament-nya, Dr Acry Deo Datus mengingatkan bahwa
politik itu di dunia sama saja. ” Harus berlari kencang menangkap aspirasi rakyat. Pendidikan hanya alat bantu. Butuh kejelian anda mencari tahu dengan leadeship (kepemimpinan) yang mumpuni. Kader Golkar harus lari cepat agar senantiasa ada di depan. Apapun aspirasinya, golkar tangkap dan perjuangkan,” kata doktor politik perdana Undana ini.
“Di Golkar Akademi, kita saling belajar. Berkeringat bersama untuk temukan mutiara di partai golkar. Terima kasih atas semua catatan dan masukan untuk Golkar Akademi. Kita akan rapikan untuk mulai eksen,” kata Melki Laka Lena.(mediantt.com)