Kedua, mengukur keinginan masyarakat terhadap namanya.
"Saya bilang anda maju, kau maju hanya kerja 40 persen, tugas saya kasih 60 persen.Ttapi saya lihat belum respon positif. Itu buat saya timbang betul untuk maju, tulah saya bentuk tim pencari fakta," katanya.
"Nanti pada saatnya Erwin mau maju, kemudian potensi bisa kalahkan siapapun, maka saya support. Kalau tidak, dan saya punya peluang, kader Gokar dan masyarakat dominan minta, ya kita hadapi," katanya.
Nurdin Halid mengatakan, Gubernur Sulsel harus paham anatomi Sulsel.
Ia mengajak masyarakat jangan kita pilih pemimpin yang tidak paham anatomi SUlsel.
Anatomi yang ia maksudnya seperti kemiskinan, kesenjangan, ketimpangan pembangunan antar daerah, infrastruktur, umum, ekonomi, kesehatan.
"Ini harus paham itu anatomi Sulsel, harus dibedah dulu. Kalau ada paham dan mampu, bisa ciptakan inovasi, kreasi, inisiatif saya ikhlas kau maju dan saya dukung supaya Sulsel maju," sambung NH.
Nurdin Halid mengatakan, pemimpin Sulsel tidak cukup sebatas mengandalkan APBD dan bantuan dari pusat.
NH mengatakan, pemimpin Sulsel hanya punya relasi nasional maupun internasional untuk mendatangkan investor.
"Tidak bisa bangun Sulsel hanya andalkan APBD, hanya andalkan PAD, itu tidak bisa," katanya.
"Kita harus punya inovasi bagaimana tingkatkan apbd dan datangkan invenstor. Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin yang punya relasi jaringan keluar sulsel maupun internaisonal. Kalau hanya APBD saja maka Sulsel begini terus, itu pentingnya pilih pemimpin yang dinamis, tapi kalau kota kecil saja dipimin kemudian mau jadi gubernur dan itu tidak ada, hanya andalakna abpb, bantuan pusat dak maka daerah itu tidak akan berkembang," sambungnya. (tribunnews.com)