kabargolkar.com, MAKASSAR - Kader potensial untuk persiapan pemilu 2024 mulai dididik. DPD I Golkar Sulsel memberikan pendidikan politik awal kepada kader mudanya.
Pendidikan politik ini lewat Golkar Institute. Lima puluh kader dibekali. Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) mengatakan, Golkar institute hadir untuk membuktikan kepada masyarakat luas yang diakui sebagai partai yang betul-betul menuju partai modern dan cerdas.
TP berharap kepada kader muda Partai Golkar serius mengikuti pendidikan politik itu. “Ini merupakan suatu anugerah bahwa Sulawesi Selatan telah dipercaya untuk menggelar acara ini yang merupakan terobosan baru Partai Golkar,” kata TP pada pembukaan Kursus Singkat Pendidikan Politik dan Kebijakan Publik, yang diselenggarakan Golkar Institute dan DPD I Golkar Sulsel, Kamis (18/11/2021) di Hotel Novotel, Kota Makassar.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Erwin Aksa menuturkan Golkar Institute adalah sekolah pemerintah dan kebijakan publik. Golkar mendidik 50 kader-kader muda terbaik selama tiga hari.
Erwin Aksa mengatakan Makassar adalah sekolah pendidikan politik ketiga Golkar setelah Jawa Barat dan Medan. Total ada 8 kota yang dipilih DPP untuk pendidikan kader muda.
“Pendidikan politik sangat penting dalam rangka meningkatkan kapasitas kader, khususnya kader muda Golkar. Sebab mereka adalah generasi penerus Golkar ke depan yang dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” tutur
Erwin juga mengatakan Golkar sudah harus melakukan transformasi lebih cepat dan lebih awal. Utamanya untuk memenangkan pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2024.
Erwin menyerukan kader melakukan konsolidasi sedini mungkin bukan hanya pendidikan politik, tetapi juga penguatan organisasi baik sayap ataupun ormas. “
“Saya harap pengurus DPD I melakukan audit organisasi memastikan seluruh infrastruktur sampai lurah desa bisa jalan dengan baik, agar kita bisa bergerak bersama-sama menangkan Golkar 2024,” katanya.
Erwin mengingatkan persaingan Golkar sangat tinggi menghadapi pemilu dan pilpres 2024. Kalau tidak segera berubah, merekrut tokoh muda, tampilkan pondasi baik. Menurutnya Golkar bisa terancam ditinggal pemilih setia.
“Kita butuh strategi tepat dan terukur. Ke depan kita mau Sulsel menjadi lumbung suara Golkar dan bagaimana bisa jaya kembali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa Partai Golkar sebagai partai yang adaptif dan modern harus bisa bertranformasi dan membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Ace juga menekankan kepada calon politikus Golkar, agar bagaimana bisa memaknai pentingnya integritas dalam berpolitik.