Kabargolkar.com - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur menggelar pelatihan politik bagi para kader dengan tema “Pendidikan dan Pelatihan Politik Komunikasi Media Sosial” di Surabaya pada Sabtu (18/12/2021) kemarin.
Merespon kegiatan tersebut, Ketua DPD Golkar Jawa Timur Sarmuji berharap agar kader AMPG dapat terus meningkatkan kemampuannya untuk membela dan membangun opini positif.
Alasannya, kata anggota Komisi XI DPR ini, pada era reformasi pertempuran paling riil adalah bertarung opini di media sosial untuk membangun dan merebut simpati rakyat.
“AMP tidak sekedar berbaju loreng saja, tetapi harus menyesuaikan perkembangan zaman yang berubah sangat cepat. Apa yang disebut sebagai media sosial sekarang tidak hanya pertumbuhan fisik tetapi pertempuran gagasan pertempuran membangun opini,” kata Sarmuji dalam keterangan persnya, Minggu (19/12/2021).
Sarmuji juga berharap agar kader AMPG juga mampu membentengi serangan dan opini negatif, yang berupaya mendegradasi citra positif Partai Golkar.
"Kader AMPG harus mampu membentengi opini yang sangat mengganggu partai. Mereka harus terpanggil untuk hadir mewarnai dunia permedsosan supaya partai lebih besar dan memiliki citra yang positif,” harapnya.
"kader AMPG bisa membangun citra positif bagi Partai Golkar di masyarakat dengan sering mengabarkan berita baik dan menyampaikan topik kegiatan dan kebijakan partai di grass root," sambungnya.
Lebih lanjut, kata Sarmuji, selama ini pihaknya berusaha melakukan revolusi komunikasi di Partai Golkar untuk meraih simpati generasi muda.
Pasalnya, image Golkar sebagai partai tua dan sulit untuk diterima oleh generasi muda yang jumlah pemilihnya mencapai 60 persen di Pemilu 2024.
“Kami di Golkar melakukan revolusi komunikasi Kenapa harus menggunakan revolusi karena harus mengembalikan keadaan. Tidak seperti yang selama ini Partai Golkar adalah partai tua yang punya diksi-diksi partai tua tapi diksi-diksi itu sebenarnya adalah bagian paling tua adalah partai budaya ini susah sekali untuk diajak melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan keadaan dan sosial yang berlaku,” tegas Sarmuji.
“Kita harus melakukan sesuatu yang besar. Partai selama ini termasuk Golkar berarti selama ini tidak punya cara untuk bagaimana bisa menyerap aspirasi rakyat selalu hadir dalam media sosial untuk membangun apa yang disebut revolusi komunikasi. Kita harus menggunakan maksimal media sosial ini untuk menjadi jembatan meraih simpati rakyat,” tutup Sarmuji.