"Semoga rumah tahfidz ini menjadi amal jariyah untuk para pendiri dan guru-guru yang ada di sini," kata pria yang akrab disapa Ijeck tersebut.
Ijeck berharap akan semakin banyak lagi rumah tahfidz bukan hanya di Batubara, melainkan juga di Sumut, bahkan Indonesia. Dia bersyukur karena sampai saat ini Allah masih memberikan rezeki untuk bersedekah.
"Allah menjanjikan bagi penghafal Alquran jasadnya tidak akan dimakan bumi. Tidak rusak. Dan saya pernah menyaksikannya langsung. Selama ini saya hanya mendengar saja," katanya.
Pembina Yayasan Tahfidz Ahlul Qur'an, Fahri Ramzi mengatakan, rumah tahfidz tersebut didirikan sejak 2019. Seiring berjalannya waktu, banyak hamba-hamba Allah yang memberikan tempat, sehingga rumah tahfidz tersebut semakin berkembang.
"Sekarang ini santri kita sudah 400 orang pak. Saya berharap rumah tahfidz di Batubara semakin berkembang, Pak. Dan generasi kita lebih dekat dengan Alquran," harapnya.