Kabargolkar.com - Berbekal pengalaman berorganisasi dan latar belakang pendidikan yang mumpuni, Sugianto mampu menduduki kursi DPRD Kabupaten Bandung periode 2019-2024. Ia bahkan sekarang bisa menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung.
Sugianto dikenal sosok pemimpin muda yang dikenal ramah, berkarisma, dan berwibawa. Di tahun 2020 ia menerima penghargaan dari Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat, sebagai tokoh muda inspiratif dan terbuka.
Sugianto yang akrab disapa Sugih ini pun kini menahkodai partai berlambangkan pohon beringin. Ia menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung priode 2021-2026, setelahnya terpilih secara aklamasi. Menggantikan Dadang M Naser, yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Partai Golkar.
"Saya sudah mengenal Golkar itu sejak kelas 2 SMA karena saya Golkar keturunan, kebetulan kakek saya tentara," ujar Sugianto, seperti dalam keterangannya yang kami lansir dari laman Tribun Jabar, Minggu (21/8/22).
Sugianto mengatakan, tentara zaman dulu, kan lebih cenderung Golkar, dulu itu saat masa Orde Baru.
"Saya sudah diamanati oleh kakek pas pemilu 92, pertama nyoblos itu usia saya baru usiai 17 tahunan. Saya diamatkan oleh kakek saya coblos Golkar," kata Sugianto yang akrab disapa Sugih.
Sugih mengatakan, dari sana terus bergerak, saat baru kuliah tahun 93 bergabung di organisasi internal dan eksternal kampus. Di senat mahasiswa dan bergabung di pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Sugih kuliah S 1 di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam IAIN (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Sedangkan S 2, jurusan administrasi publik Unpad pada 2006, dan meraih gelar doktornya Ilmu Sosial di Unpas pada 2021.
"Setelah selesai kuliah, saya bergabung di KNPI Kabupaten Bandung, nah tentu nuansa organisasi dahulu lebih bernuansa Golkar. Saya diajak-ajak oleh para para petinggi Golkar, untuk bergabung secara struktural," kata Sugih.
Sugih mengaku, saat itu bergabung karena merasa berangkat murni dari bawah, bukan anak kolong, dan bukan anak pejabat.
"Tapi saya berangkat dari bawah, saya mencoba meniti karier di Partai Golkar sejak tahun 1999. Dulu saya hanya jadi panitia Diklat fungsionalis, jadi panitia Rakerda, panitia Musda," katanya.