KabarGolkar – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Indramayu menyampaikan berbagai
aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2026 pada rapat paripurna yang digelar Senin (20/7/26). Sejumlah isu strategis menjadi perhatian, di antaranya kondisi objek wisata Pantai Tirtamaya, persoalan pengelolaan sampah, hingga keterbatasan fasilitas olahraga di tengah masyarakat.
Aspirasi tersebut berasal dari masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dan disampaikan melalui anggota Fraksi Partai Golkar, Ibnu Rismanysah dan H. Durosid. Seluruh masukan yang diterima selama reses dilaporkan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Indramayu.
Dalam laporan yang dibacakan pada rapat paripurna, Fraksi Partai Golkar menilai objek wisata Pantai Tirtamaya membutuhkan penataan dan pembenahan secara menyeluruh agar kembali memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata andalan daerah. Perbaikan fasilitas serta pengelolaan kawasan dinilai penting agar objek wisata milik pemerintah daerah tersebut mampu bersaing dengan destinasi wisata yang dikelola pihak swasta.
"Objek wisata Pantai Tirtamaya yang dikelola Pemda melalui Dinas Pariwisata perlu segera dibenahi agar menjadi destinasi wisata yang unggul yang mampu menarik minat wisatawan," ujar Hj. Idah Nuryani, S.E., saat membacakan laporan paripurna hasil reses Masa Persidangan II Tahun 2026. "Karena banyak fasilitas di kawasan Pantai Tirtamaya tersebut sudah pada rusak, jangan sampai kalah sama pantai yang dikelola oleh pihak swasta," ucapnya menambahkan.
Selain persoalan pariwisata, Fraksi Partai Golkar juga menyoroti permasalahan sampah yang dinilai masih menjadi persoalan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Indramayu, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Menurut fraksi tersebut, penanganan sampah memerlukan langkah yang lebih serius dan sistematis dengan melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan hingga lingkungan RT.
"Yang kedua, masalah sampah. Sebetulnya masalah sampah ini tidak hanya terjadi di Dapil 2 tapi menyeluruh di semua dapil, di kota dan desa-desa belum ada penanganan serius," katanya. "Dalam banyak kesempatan kami Fraksi Partai Golkar sudah sering mengingatkan agar ada upaya yang terstruktur, dari kabupaten sampai RT untuk menangani sampah. Tapi rupanya bupati tidak mengindahkan atau memang tidak punya cara untuk menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya menambahkan.
Fraksi Partai Golkar juga menilai kondisi kebersihan di sejumlah ruas jalan masih memprihatinkan karena tumpukan sampah masih mudah dijumpai. Mereka menyebut implementasi sistem pengelolaan sampah melalui TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
"Sampai hari ini kita masih menyaksikan tumpukan sampah yang 'blaratan' di jalan-jalan. Gagasan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) masih sekedar wacana di awang-awang. Apakah kita tidak mau melihat kabupaten kita yang bersih, indah, dan rapi?," ucapnya.
Selain dua persoalan tersebut, Fraksi Partai Golkar turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait keterbatasan sarana olahraga di Dapil 2. Ketersediaan fasilitas olahraga dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda.
"Fasilitas olahraga dan dukungan infrastruktur. Warga kami mengeluhkan minimnya fasilitas olahraga