Kabargolkar.com - Dua periode memimpin Kota Parepare, sudah saatnya Taufan Pawe
naik kelas.
Taufan Pawe menjadi salah satu figur yang dibincangkanan akan maju di Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 mendatang.
Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel, Taufan Pawe dinilai punya nilai lebih dibanding figur lainnya yang akan maju dalam kontestasi ini.
Pengamat Politik Universitas Islam Alauddin Makassar (UINAM), Firdaus Muhammad mengatakan, statusnya sebagai ketua partai memudahkan TP untuk megendarai parpol.
"TP pemimpin partai sehingga sedikit memudahkan langkahnya di kontestasi politik, berbeda dengan kepala daerah lainnya yang bukan ketua partai," ucap Firdaus Muhammad.
Karir politik Ketua DPD I Golkar Sulsel ini dimulai tahun 2013.
Kala itu, Taufan maju Pemilihan Wali Kota Parepare bersama Sekretaris Daerah Kota Parepare, Faisal Andi Sapada.
Keduanya berhasil memangkan hati warga Parepare dengan perolehan suara mencapai 40 persen.
Pasca periode pertama, TP kembali maju dalam kontestasi Pilwali Parepare periode 2018-2023 bersama Pangerang Rahim yang juga sebagai kader Golkar.
Mantan pengurus DPP Ikadin ini diusung oleh empat partai politik berpower besar.
Antara lain partai Golkar, PAN, Demokrat dan PDI-P.
Ahirnya Taufan berhasil mempertahankan kursi 01 Parepare dengan mengantongi suara sebanyak 51,19 persen.
Selama menjabat sebagai pimpinan eksekutif, Taufan Pawe telah memperlihatkan sejumlah bangunan monumental untuk Kota Parepare.
Brand Parepare sebagai kota cinta tercermin dengan hadirnya ikon-ikon kota yang terinspirasi dari kisah cinta Habibie dan Ainun.
Bangunan tersebut antara lain Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, RS. dr. Hasri Ainun Habibie.
Masjid terapung B. J, Auditorium B. J. Habibie, Museum B. J. Habibie, Lounge B. J. Habibie.
Balai Ainun, Institut Teknologi Habibie, Stadion Gelora BJ. Habibie, Anjungan Cempae, dan Jembatan Kembar.
Pernah Berkarir Sebagai Pengacara
Sebelum menjadi politisi dan kepala daerah, kiprah suami Erna Taufan ini berkibar sebagai pengacara handal.
Tak terhitung kasus telah ditangani pria kelahiran 14 Oktober 1965 ini dengan mengandalkan kerja-kerja layaknya intelejen.
TP pernah bercertita terkait pengalamannya menjadi advokat.
Kala itu ia tak menduga lawan hukumnya menyiapkan dokumen atau arsip tua berwarna coklat kusam dan sudah retak.
Itu diluar perhitungannya, namun ada sedikit kecurigaan ketika kertas tua tersebut dilaminating.
Usut punya usut, arsip tersebut sengaja dibuat menggunakan mesin ketik tua.
Itulah mengapa karakter hurufnya mirip naskah jaman dulu. Kertasnya bekas rendaman teh. Kertasnya juga diasapi sehingga retak-retak.
Hingga kini, TP masih menjadi konsultan hukum tetap untuk sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor, industri, jasa konstruksi dan lain-lain.
Birokrat yang Cinta Bola
Belakangan ini, nama Taufan Pawe semakin dikenal masyarakat usai berhasil membujuk PSM bermarkas di Stadion Gelora Bj Habibie.
Untuk meloloskan PSM bermarkas di Gelora BJ Habibie tidaklah mudah.
Taufan harus merombak stadion agar sesuai dengan syarat PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai stadion yang layak menjadi hombase tim liga 1.
Dalam perjalananya, proses revitalisasi Gelora BJ Habibie mendapat banyak hambatan maupun tantangan.
Seperti beberapa pihak yang cukup pesimis melihat kondisi stadion sebelumnya.
Namun Taufan Pawe bersama Pemkot Parepare optimistis bisa merampungkan proses revitalisasi stadion