Terkait dengan situasi politik saat ini termasuk soal KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) dan perkembangan konstelasi politik hari ini hingga informasi perkembangan pemilihan presiden (Pilpres) akan menjadi bagian dari materi kegiatan.
“Selama enam bulan kedepan setelah seluruh fungsionaris mendapat pelatihan mereka akan diterjunkan untuk melakukan kerja yang terukur. Melakukan konsolidasi dengan mengedepankan partai daripada individu. Tidak boleh sikut-sikutan antar fungsionaris,” jelas Kang Ace.
Sebelumnya Ketua Panitia Pendidikan Fungsionaris DPD Partai Golkar Jabar, Daniel Muttaqien menyebutkan kegiatan yang diikuti sejumlah bakal calon anggota legislatif dan pengurus Partai Golkar Jabar ini terdiri dari 5 angkatan dari seluruh Dapil yang ada di Jawa Barat.
Kegiatan yang pertama kali dan diharapkan menjadi model ini diselenggarakan setelah melihat pentingnya berbagai bekal yag harus dimiliki para fungsionaris di lapangan. “Para fungsionaris itu akan menjadi ujung tombak hingga ujung tombok untuk memenangkan Golkar di lapangan sebab itu semuanya harus diajak untuk saling menguatkan melalui pendidikan fungsionaris seperti ini,” papar Daniel.
Kepala Badan Kesbangpol Jawa Barat, Iip Hidayat, dalam kesempatan yang sama menyambut baik Pendidikan Fungsionaris Partai Golkar Jawa Barat ini. “Kita punya Pancasila sehingga negara ini terus kokoh berdiri. Fungsionaris Golkar tentu harus lebih paham sehingga ideologi Pancasila ini bisa terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Iip.
Iip juga mendorong parpol di Jabar termasuk Golkar untuk terus bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan politik di Jawa Barat yang penuh toleransi, silih asih dan silih wawangikeun (saling mewangikan). Sehingga iklim demokrasi di Jawa Barat bisa berjalan dengan baik dan kondusif.***