Kabargolkar.com - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Akhmad Marjuki, akhirnya angkat bicara mengenai kepergian sejumlah tokoh maupun pengurus dari partainya menjelang Pemilu 2024 mendatang. Mantan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi ini menegaskan, arus keluar sejumlah tokoh maupun pengurus tak akan banyak berpengaruh bagi partainya.
Menurut Marjuki, Partai Golkar merupakan partai besar yang mempunyai sistem dan tidak tergantung terhadap sosok maupun tokoh. Dan yang terpenting, kata Marjuki, fenomena arus keluar juga diimbangi dengan arus masuk sejumlah tokoh dan kader baru di partainya.
“Jadi kita menanggapinya biasa-biasa saja. Insyaallah tidak berdampak,” ujarnya.
Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, dirinya bertekad mengembalikan tradisi menang Partai Golkar di Kabupaten Bekasi, dengan memasang target 14 kursi. Oleh karena itu, setelah adanya keputusam dari Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa Pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional terbuka, dirinya langsung menginstruksikan kepada seluruh Calon Legislatif (Caleg) agar mulai bergerak untuk mencapai target itu.
“Sekarang sistem Pemilu sudah dipastikan terbuka, insyaallah Caleg Partai Golkar setelah lebaran ini (Idul Adha) bergerak semua. Mereka harus terjun ke masyarakat untuk mencapai target 14 kursi,” tuturnya.
Dalam melakukan branding, Marjuki meminta kepada seluruh Caleg mencantumkan foto Ketua Umum Partainya, Airlangga Hartarto, sebagai Calon Presiden (Capres). Menurutnya, instruksi itu sesuai dengan hasil Munas yang menyatakan bahwa Capres dari Partai Golkar adalah Airlangga Hartarto, sejauh ini belum ada perintah untuk mengusung yang lain. Semua kader harus menjalankan hasil Munas.
“Sepanjang ketentuan itu belum dicabut oleh DPP, calon presiden kita tetap Pak Airlangga Hartarto. Saya sudah perintahkan ke kader-kader bahwa setiap spanduk maupun banner harus mencantumkan Pak Airlangga Hartarto sebagai Capres. Jadi kita itu diperintahkan jangan hanya membranding personal, tapi harus mengikut sertakan Capres kita,” ungkapnya.