Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Suherman Saleh, Tokoh di Balik Kebesaran Golkar Purwakarta
  Bambang Soetiono   27 Juli 2023
Suherman Saleh alias Uda Herman/Net

kabargolkar.com - Pada masa Orde Baru ada sebuah istilah yang lahir dari proses politik saat itu, yaitu Jalur ABG. Jalur tersebut bahkan dianggap menjadi landasan untuk mengelola pemerintahan dengan tiga unsur utama, yakni; ABRI, Birokrasi dan Golongan Karya.

Salah seorang tokoh yang turut menapakkan kakinya melalui Jalur ABC adalah Dr. Suherman Saleh. Pria yang pada sekitar tahun 1980 berstatus sebagai pegawai negeri pada sektor pajak tersebut ikut bergabung dengan Golongan Karya (Golkar) di wilayah Jakarta Selatan.

"Yang namanya Golkar, saat itu statusnya belum partai, sekitar tahun 80-an, saya ditunjuk sebagai bendahara Golkar Jakarta Selatan. Seiring berjalannya tugas dan waktu, karena saya juga dibesarkan di Wanayasa. Singkat cerita, sekitar tahun 1987 saya mulai ikut bergabung dengan Golkar Purwakarta. Di bawah kepemimpinan Mirad Sa'adi, saya ikut mensuport kemenangan Golkar di Purwakarta," kata Ketua STIE Muttaqien Purwakarta tersebut di sela-sela acara Wisuda STIE Muttaqien di Prime Plaza Hotel, Rabu (26/7).

Tak berhenti di situ, Uda Herman sapaan karibnya juga melanjutkan kisah perjuangannya. Ia turut membesarkan dan berjuang memenangkan Golkar di Purwakarta saat kepemimpinan Bisri Harjoko atau sekitar tahun 1997.

"Biarlah sejarah yang mencatat bagaimana kondisi saat itu menjelang beralihnya masa orde baru ke reformasi. Meski dimana-mana Golkar kalah dalam Pemilu, namun di Kabupaten Purwakarta tetap dinyatakan sebagai pemenang, dengan perolehan kursi legislatif terbanyak," ujarnya.

Pasca kepemimpinan Bisri Harjoko, Golkar yang sudah menjadi Partai Golongan Karya, seorang aktivis tampil memimpin Golkar Purwakarta, yaitu Dedi Mulyadi. Golkar makin tegas menancapkan eksistensinya dalam pemerintahan di kabupaten yang terkenal dengan sate marangginya itu.

Namun, soal kepemimpinan Golkar Purwakarta di bawah kendali Dedi Mulyadi, tokoh masyarakat yang dikenal dengan sebutan Gubernur Wanayasa tersebut, tidak bercerita banyak.

"Cerita kepemimpinan Golkar Purwakarta oleh salah satu adik saya itu, you juga tahu kisahnya," kata Uda Herman.

Namun demikian, ia juga melontarkan pendapat soal Golkar Purwakarta hari ini. Menurutnya, siapapun yang pergi dan meninggalkan Golkar, biarkan saja, jangan terlalu dipikirkan. Karena itu hak politik yang bersangkutan.

"Yang perlu disikapi bersama oleh para kader Golkar Purwakarta, bagaimana Golkar bisa tetap eksis, bertahan dan bisa menambah kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang. Siapapun yang merasa memiliki kepedulian kepada Golkar Purwakarta, ayo bersama kita pertahankan dan tambah kemenangan Golkar di Purwakarta," kata Uda Herman.

Sementara, berkaitan dengan suksesi di internal Golkar Purwakarta yang hari ini tengah ramai diperbincangkan oleh para kader dan masyarakat luas, Uda Herman memilih menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada DPP dan DPD Golkar Jawa Barat.

"Saya pikir DPP dan DPD Golkar Jawa Barat lebih tahu siapa yang terbaik. Karena siapapun itu, pada akhirnya nanti akan berhubungan juga dengan DPP dan DPD Golkar Jabar. Target kita menang Pemilu 2024. Untuk wacana suksesi internal, kita serahkan ke DPP dan DPD Jabar," demikian Uda Herman.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.