Kabargolkar.com – Pemerataan pendidikan masih menjadi kendala utama yang di alami oleh bangsa Indonesia yang begitu luas. Pendidikan bagi masyarakat Papua masih sangat tertinggal dari daerah-daerah di Pulau Jawa.
Caleg DPR RI Provinsi Papua Tengah Nomor Urut 2, Soedeson Tandra, tengah gencar menggali aspirasi masyarakat terkait pembangunan bidang pendidikan di Papua Tengah dengan menggelar dialog dengan masyarakat lokal.
Menurutnya, pendidikan di Papua masih belum optimal karena adanya beberapa masalah, seperti kendala kesejahteraan dan jaminan hidup bagi guru, minimnya sarana dan prasarana, minimnya jenjang pekerjaan setelah menyelesaikan masa pendidikan, hingga masalah sosial yang berdampak pada siswa.
“Pendidikan akan selalu menjadi bagian terpenting dari pembangunan. Pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang baik. Namun, SDM unggul tidak mungkin memberikan dampak jika tidak ada kesempatan berupa lapangan pekerjaan,” keterangan Soedesin Tandra yang di kutip melalui laman Instagram pribadinya @soedesontandra.id pada Rabu (11/10/24).
Wakil Ketua Umum MKGR ini beranggapan bahwa dengan adanya sekolah kejuruan maka mampu mengembangkan potensi keahlian anak-anak di Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas dan kinerja yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, industri, dan dunia kerja.
“Maka dari itu selain membuka sekolah umum dan kejuruan, saya membuka balai pelatihan kerja, semata-mata untuk mensejahterakan seluruh pemuda di Papua Tengah.” ucap politisi Partai Golkar itu.