Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya statemen politisi Ade Armando yang mengusik monarki Yogyakarta yang berati mengusik Keistimewaan Yogyakarta. Berbagai elemen masyarakat langsung bergerak dan melakukan perlawanan.
"Tanpa ada perintah dan komando dari siapapun, masyarakat Yogyakarta akan bergerak melakukan perlawanan. Hal ini menunjukkan rasa memiliki atau handarbeni masyarakat Yogyakarta terhadap keistimewaan Yogyakarta," pungkas Gandung Pardiman.