Kabargolkar.com - Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar Papua Barat, Robert Kardinal mempertanyakan, persoalan pengambilalihan kantor DPD II Golkar Raja Ampat oleh Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB).
"Karena pengambilalihan kantor DPD II Golkar Raja Ampat oleh ARAB merupakan suatu tindakan yang kurang tepat," kata Robert saat dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.
Mantan Bendahara Partai Golkar ini juga mempertanyakan, soal izin ARAB menduduki dan memakai kantor Golkar.
"Selama ini keberadaan kantor Golkar itu diberikan oleh Almarhum Markus Wanma untuk DPD II Golkar Raja Ampat. Kok malah ARAB bisa memakainya sebagai posko. Itu izin dari siapa," ucapnya.
Kemudian, Robert juga mengatakan, mengenai polemik dukungan partai kepada pasangan For 4 sehingga Kantor DPD II Golkar Raja Ampat Di Ambil Alih.
Robert dengan tegas mengatakan untuk masalah dukung mendukung Afu-Ori sebagai pasangan cabup dan Cawabup bukan hanya dari partai Golkar saja, namun ada beberapa partai lainnya.
"Nah kenapa sampai Golkar yang dibawa-bawa sampai kantornya diambil alih oleh ARAB. Apalagi di ARAB juga ada tergabung kader Hanura. Apakah ada izin sampai mereka mamakai Kantor DPD II Golkar Raja Ampat sebagai posko Aliansi," ucapnya.
Robert Kardinal yang juga sebagai anggota DPR-RI Perwakilan Papua Barat berharap agar kantor DPD II Golkar Raja Ampat segera ditarik kembali agar segala kepengurusan kepartaian bisa dikerjakan di kantor tersebut.
"Saya sebagai Korwil Partai Golkar Propinsi Papua Barat meminta kepada Pengurus DPD I Partai Golkar Propinsi Papua Barat Dan DPD II Partai Golkar Raja Ampat agar segera menyimak persoalan ini untuk segera menarik Kantor DPD II Golkar Raja Ampat dari ARAB," harapnya.