Jayapura - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Papua di Kota Jayapura, Jumat (17/10/25).
Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus ajang pemilihan ketua baru Partai Golkar Papua.
Ketum Bahlil mengatakan bahwa Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah. “Musda memuat evaluasi pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan ketua, serta penyusunan rekomendasi organisasi,” kata dia.
Ketum Bahlil menyebut, kepengurusan sebelumnya merupakan pelaksana tugas (PLT), bukan hasil Musda, sehingga evaluasi administratif mungkin terbatas. Namun secara politik, ia menilai capaian Golkar di Papua sangat nyata dengan keberhasilan memenangkan kursi DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, lima kepala daerah, serta posisi gubernur dan wakil gubernur.
“Hanya orang yang buta mata dan tuli telinga yang tidak bisa mengakui capaian itu. Sejarah lahir dari orang-orang yang berpikir panjang,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa dirinya pernah gagal mengantar Ketua DPD Golkar menjadi gubernur saat menjabat ketua tim sukses.
Namun, ia memuji Doli Kurnia Tanjung yang sukses di periode berikutnya. “Dalam konteks itu, dia lebih hebat dari saya,” ujarnya.
Terkait arah dukungan, Ketum Bahlil menyebut aspirasi kader di Papua sudah jelas. “Gubernur sudah pakai baju kuning, wakil gubernur juga ada warna kuning,” ujarnya.
Ia berharap, jika Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Papua, kepemimpinannya tidak hanya mengurus partai, tetapi juga merangkul semua kekuatan politik di Papua.
“Politik sudah selesai, jangan bawa politik ke dalam hati., cukup cinta saja yang main di hati,” ucap Bahlil.
Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dalam sambutannya menyampaikan Musda memiliki makna strategis sebagai momentum konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.
Ia berharap forum ini melahirkan keputusan yang memperkuat peran Golkar dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta membangun Papua yang damai, maju, dan sejahtera.
“Golkar adalah partai besar yang banyak berkontribusi dalam sejarah bangsa, termasuk di Tanah Papua. Golkar bukan hanya pilar politik, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Fakhiri.